Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Gubernur DKI Berharap Inflasi Jakarta Stabil Menjelang Nataru

Masria Pane • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:49 WIB
Jajaran Pemprov DKI bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI saat kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Provinsi DKI di Sari Pasific, Jakarta Pusat, kemarin (4/12).
Jajaran Pemprov DKI bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI saat kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Provinsi DKI di Sari Pasific, Jakarta Pusat, kemarin (4/12).

JawaPos.com - Pemprov DKI menargetkan inflasi Jakarta terjaga tahun ini. Terlebih sebentar lagi ada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Targetnya, antara 2,6 sampai 2,7 persen.

’’Jakarta dari semua indikator kita terjaga dengan baik sekali. Dan untuk itu harus kita pertahankan terutama hal yang berkaitan dengan inflasi,” ujar Gubernur DKI Pramono Anung saat kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Provinsi DKI di Sari Pasific, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, jika inflasi pada momentum perayaan Natal dan Tahun Baru dikendalikan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi Jakarta juga baik.

’’Kalau inflasinya begitu, pertumbuhan kita kurang lebih 5 persen,” tambahnya. Dia berharap, dengan inflasi terjaga, pertumbuhan ekonomi meningkat, serta digitalisasi semakin baik membuat warga semakin nyaman di Jakarta.

Untuk menjaga inflasi dan meningkatkan ekonomi Jakarta, Pramono memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan lomba tematik dekorasi natal di pusat perbelanjaan. Bukan hanya lomba dekorasi dan ornamen, dia juga mendorong kompetisi diskon untuk meningkatkan belanja masyarakat sehingga mendukung pengendalian harga.

’’Orang Indonesia kalau dilombakan diskonnya pasti berlomba-lomba. Ini bisa membantu menjaga inflasi tetap stabil,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan menjelang Nataru yang sangat mempengaruhi harga, Pramono menegaskan stok pangan Jakarta dalam kondisi aman. Pemprov DKI disebutkannya telah memantau kebutuhan pokok seperti beras, sayuran, termasuk komoditas rawan fluktuasi seperti cabai.

’’Jakarta relatif terkendali. Mudah-mudahan sampai akhir tahun juga akan terkendali,” imbuhnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan meyakini, perekonomian ibu kota pada kuartal IV akan mengalami rebound setelah penurunan kegiatan pada kuartal sebelumnya. ’’Nataru akan meningkatkan konsumsi, belanja pemerintah juga. Kami optimistis pertumbuhan di kuartal IV lebih tinggi dibanding kuartal III,” katanya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Gubernur DKI Pramono Anung #pemprov dki