Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Jakarta Utara Terendam, 3 RT Tergenang Banjir Rob Akibat Supermoon

Ryandi Zahdomo • Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:55 WIB
Personel Polairud mengantar siswa yang pulang sekolah dengan perahu di banjir rob yang mulai meninggi di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.
Personel Polairud mengantar siswa yang pulang sekolah dengan perahu di banjir rob yang mulai meninggi di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

JawaPos.com – Ibu Kota kembali menghadapi ancaman banjir pesisir atau rob akibat fenomena alam yang ekstrem. Badani Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga Sabtu (6/12) pukul 19.00 WIB, sebanyak 3 RT di Jakarta Utara tergenang menyusul status Siaga 1 pada Pintu Air Pasar Ikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri telah memprediksi mengenai pasang maksimum air laut yang berbarengan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) pada periode 01 - 10 Desember 2025. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan di wilayah pesisir utara Jakarta.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 3 RT," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan, Sabtu (6/12).

Berikut rincian wilayah terdampak terkini di Jakarta Utara:

- Kelurahan Pluit: 2 RT tergenang dengan ketinggian air antara 15 hingga 30 cm.

- Kelurahan Marunda: 1 RT tergenang dengan ketinggian air 15 cm.

Semua titik yang tergenang disebabkan oleh rob dan saat ini masih dalam penanganan tim gabungan.

Meski 3 RT masih tergenang, BPBD juga melaporkan sebanyak 21 RT di enam pulau dan empat kelurahan, termasuk beberapa kawasan di daratan Jakarta Utara, kini dilaporkan telah surut total.

Beberapa wilayah yang genangannya sudah surut antara lain Kelurahan Jelambar Baru (1 RT), Kelurahan Marunda (2 RT), dan Kelurahan Pluit (1 RT). Di Kepulauan Seribu, genangan juga sudah surut di Kelurahan Pulau Panggang (4 RT), Pulau Tidung (4 RT), Pulau Harapan (3 RT), Pulau Pari (3 RT), dan Pulau Kelapa (3 RT).

- Jl. Pangeran Tubagus Angke, Kel. Jelambar Baru

- Jl. RE. Martadinata (Depan JIS), Kel. Papanggo

- Jl. Lodan Raya, Kel. Ancol

Yohan mengatakan, pihaknya telah  kerahkan personel untuk memonitor kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan lintas instansi.

Upaya penanganan melibatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Mereka fokus pada penyedotan genangan dan memastikan seluruh tali-tali air berfungsi optimal. Penyiapan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak juga menjadi prioritas.

BPBD DKI menargetkan agar seluruh genangan dapat surut dalam waktu cepat.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan darurat ini tersedia gratis dan beroperasi 24 jam non-stop," imbuh Yohan.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#rob #bpbd