JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto kemarin (7/12) mengunjungi Bireuen, Aceh, untuk melihat langsung dampak bencana banjir dan longsor. Dalam kesempatan itu, dia menginstruksikan agar jembatan-jembatan yang putus segera diperbaiki. Listrik yang padam juga harus secepatnya menyala lagi.
Jembatan Teupin Mane yang menjadi jalan lintas Bireuen dan Takengon terputus karena banjir. Padahal, jembatan itu adalah jalur utama untuk ke Aceh Tengah dan kawasan Danau Laut Tawar Takengon. “Kawasan danau itu seperti Bogor kalau di Jakarta. Dataran tinggi dan penyuplai sayuran ke sini,” kata Muwarman saat ditemui Jawa Pos di tepi jembatan Teupin Mane.
Muwarman adalah warga Bireuen yang terdampak banjir. Meski tidak parah, namun air merendam rumahnya setinggi 50 cm. Kedatangan Prabowo ke wilayahnya membawa angin segar. Sebab, Prabowo langsung menginstruksikan agar jembatan itu segera dibangun. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga diajak untuk meninjau langsung lokasi.
Di depan Masjid Teupin Mane, besi-besi sebagai penyangga jembatan bailey siap dipasang. Alat berat seperti crane dan excavator juga sedang bekerja. Tentara terjun untuk membantu pekerja. “Akses terputus membuat bantuan harus menggunakan helikopter,” kata Muwarman.
Lokasi pengungsi di Bireuen cukup banyak. Salah satu yang dikunjungi Prabowo adalah di Gampong Pante Baro. Dari pengamatan Jawa Pos, ada empat tenda yang berdiri. Tenda ini dihuni oleh para ibu dan anak. Wakinah salah satunya. “Saya sudah sepuluh hari di sini,” kata warga Kecamatan Juli itu.
Wakinah ingin pulang. Namun, rumahnya hilang disapu derasnya air sungai yang meluap. “Rumah saya nomor tiga (dari bibir sungai). Nomor satu rumah Bang Nurdin, nomor dua rumah Bang Nuwar,” katanya.
Keluhan itu langsung dia sampaikan ke Prabowo yang datang menghampirinya. Yang diinginkan Wakinah adalah rumah tempat pulang karena seluruh tanah yang dimiliki sudah tersapu banjir.
Prabowo menjanjikan Jembatan Teupin Mane bisa digunakan satu minggu lagi. Perbaikan infrastruktur ini penting untuk menyalurkan bantuan dan evakuasi.
“Kami di sini membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon,” ucap Prabowo sebelum meninggalkan Masjid Teupin Mane.
Prabowo juga meminta agar seluruh jembatan yang terputus segera diperbaiki. Deadlinenya satu hingga dua minggu ke depan. Dia menyadari bahwa terputusnya akses menyulitkan bantuan.
“Saya tunjuk Kasad sebagai satgas percepatan perbaikan jembatan. Nanti dibantu pemerintah daerah,” katanya.
Di sini, Prabowo juga ''belanja'' masalah. Salah satu yang didapatnya adalah bendungan yang berpotensi jebol dan sawah yang rusak karena terendam banjir. Masalah ini juga akan menjadi atensi pemerintah. “Petani tidak usah khawatir, sawah rusak akan kami bantu perbaiki. Sementara belum bisa berproduksi penuh, maka pangan akan kami kirim dari tempat lain,” katanya.
Untuk meringankan petani, Prabowo juga menegaskan utang-utang, khususnya KUR, akan mendapatkan relaksasi atau malah dihapuskan. Ini terutama akan dinikmati oleh petani yang terdampak. “Petani tidak usah khawatir karena ini bukan kelalaian, tapi force majeure,” katanya.
Prabowo juga memastikan listrik segera menyala. Menteri ESDM Bahlil Lahadia langsung ditanya kesiapan PLN dalam menyediakan listrik. “Malam ini nyala semua, Pak,” lapor Bahlil. Dia menyebutkan, 97 persen listrik di Aceh akan menyala.
Prabowo turut mencicipi makan siang di Posko Pengungsian Bencana Desa Bale Panah Aceh. Dia sempat meminta izin kepada juru masak untuk mencicipi. Dia menanyakan apakah makanannya itu pedas atau tidak. “Ikan tongkol,” jawab Prabowo ketika ditanya lauk apa yang dimakannya. (lyn/oni)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi