Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Pemulihan Jalan dan Jembatan Pascabencana Sumatera Mencapai 51-78 Persen

Almushowir • Kamis, 11 Desember 2025 | 16:15 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pemulihan konektivitas di lokasi-lokasi terdampak untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pemulihan konektivitas di lokasi-lokasi terdampak untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera.

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dalam penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Per 9 Desember 2025 pukul 20.00 WIB tercatat yang sudah ditangani 72 ruas jalan nasional dan 30 jembatan nasional terdampak; progres penanganan di Aceh mencapai 51,14 persen, di Sumatera Utara 78,69 persen, dan di Sumatera Barat 76,14 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya pemulihan konektivitas untuk mempercepat pemulihan pascabencana. “Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda sejak awal untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Di Aceh, penanganan difokuskan pada koridor-koridor vital dengan pengerahan alat berat dan logistik masif. Satuan kerja lapangan mengoperasikan puluhan unit alat berat — antara lain 60 excavator, loader, grader, bulldozer, dan puluhan dump truck — serta menyalurkan 200 geobag untuk penanganan darurat. Beberapa jembatan prioritas yang ditangani adalah Jembatan Krueng Meureudu (Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen), Krueng Tingkeum (Kota Bireuen–Batas Aceh Utara), dan Teupin Mane (Bireuen–Bener Meriah).

Untuk koridor Bireuen–Aceh Tengah, pengerjaan meliputi perbaikan sejumlah jembatan kecil seperti Jamur Ujung, Weihni Lampahan, Timang Gajah, Weihni Rongka, Enang-Enang, dan Alue Kulus. Tim juga memobilisasi jembatan bailey sebagai akses sementara dengan target fungsional bertahap hingga akhir Desember 2025. BPJN Aceh menyatakan beberapa ruas strategis seperti Banda Aceh–Meureudu dan Batas Kota Lhokseumawe–Kota Langsa sudah kembali terhubung.

Di Sumatera Utara, tercatat 12 ruas dan 4 jembatan nasional terdampak. Penanganan darurat diprioritaskan pada koridor utama yang sempat terputus — termasuk Tarutung–Sibolga, Tarutung–Sipirok, Sibolga–Batangtoru, dan Batangtoru–Singkuang — melalui pembersihan material longsor, penimbunan badan jalan, dan rekayasa lalu lintas dua arah. Akses sementara juga dibuka lewat jalur alternatif seperti Sidikalang–Barus–Sibolga untuk menjaga mobilitas masyarakat selama pemulihan.

BPJN Sumatera Utara juga menuntaskan penanganan pada 40 titik ruas dan jembatan terdampak dengan dukungan 72 excavator, ratusan unit alat pendukung, serta logistik darurat seperti 2.000 ton agregat dan 770 geobag. Penanganan longsor besar di Angin Nauli (Kota Sibolga) dan pembersihan pada jalur Sibolga–Garoga menjadi fokus keselamatan pengguna jalan.

Sementara di Sumatera Barat, dampak tercatat pada 30 ruas dan 12 jembatan nasional. Titik prioritas termasuk Jalan Nasional Padang–Bukittinggi di Lembah Anai (KM 63+500) serta 12 lokasi longsor yang menggerus bahu jalan. Sejumlah akses antar-kota dan lintas provinsi—misalnya Padang–Pariaman–Lubuk Basung–Pasaman Barat–batas Sumut dan koridor Padang–Painan–Indrapura–batas Bengkulu—telah berhasil dibuka kembali. Pengerahan peralatan di provinsi ini meliputi 41 excavator, 34 dump truck, 19 backhoe loader, serta 630 bronjong kawat untuk stabilisasi lereng.

Total personel yang diterjunkan hingga 9 Desember mencapai 310 orang, dengan mobilisasi 395 unit alat berat, 313 unit alat pendukung, dan 3.600 unit bahan darurat seperti geobag, bronjong kawat, dan agregat untuk mempercepat stabilisasi dan perlindungan infrastruktur. (als/wir)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kementerian pekerjaan umum