JawaPos.com - Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat di tengah-tengah masyarakat. Diantaranya melalui event Waqf Run 2025 yang diselenggarakan (14/12) depan. Lewat Waqf Run 2025, lembaga BWI mengajak masyarakat untuk berlari sekaligus berwakaf.
Ketua BWI Prof. Kamaruddin Amin mengatakan, mereka menargetkan pendaftar Waqf Run 2025 sebanyak 2.500 pelari. "Pendaftaran masih terus dibuka sampai 13 Desember besok," katanya di Jakarta (12/12).
Sekjen Kemenag itu mengatakan upaya meningkatkan literasi berwakaf dilakukan dengan banyak cara. Seperti sosialisasi di kalangan pelajar madrasah sampai perguruan tinggi. Dia optimis jika dilakukan penilaian kembali, indeks literasi wakaf masyarakat Indonesia mengalami peningkatan.
"Kami tidak berhenti pada peningkatan literasi wakaf saja," katanya. Lebih dari itu meningkatkan partisipasi umat Islam di Indonesia untuk berwakaf. Baginya selama ini wakaf masih kalah populer dibandingkan zakat. Salah satu penyebabnya, wakaf dianggap bukan sebuah kewajiban umat Islam.
"Padahal membantu saudara kita yang membutuhkan itu adalah kewajiban," jelasnya. Upaya membantu itu bisa dilakukan lewat berwakaf. Cirikhas wakaf adalah aset pokoknya tidak boleh berkurang. Baik itu aset wakaf tanah maupun uang. Yang didistribusikan untuk kemaslahatan umat adalah hasil pengelolaannya.
Pimpinan BWI Wahyu Muryadi mengatakan sebagian dari uang pendaftaran Waqf Run 2025 disimpan sebagai wakaf uang. "Nilainya kekal abadi," katanya. Hasil dari pengelolaan wakaf uang itu, disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina. Selain itu juga untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.
"Untuk bantuan ke saudara kita di Palestina, berupa jaket," katanya. Bantuan ini penting karena Palestina, khususnya Gaza, memasuki musim dingin. Sedangkan bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera akan disalurkan lewat mitra BWI.
Wahyu mengatakan Waqf Run 2025 mengambil jarak 5 Km (5K). Titik startnya ada di sekitar Istora Senayan. Kemudian peserta akan lari berputar di Semanggi. Kemudian rutenya lurus sampai Bundaran Senayan, lalu kembali lagi di Istora Senayan. "Jadi peserta tidak hanya dapat sehatnya saja. Tetapi juga berwakaf. Pahalanya abadi mengalir terus," tandas mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi