JawaPos.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membuka kesempatan mahasiswa kampus keagamaan di Kementerian Agama (Kemenag) ikut mengawal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mahasiswa nantinya ikut mengawal operasional KDMP lewat skema kerja praktik atau magang.
Komitmen tersebut tertuang dalam nota kesepahaman bersama antara Kemenkop dengan Kemenag. Perjanjian itu diresmikan di sela pelaksanaan Rakernas Kemenag di Serpong (16/12). Usai acara Menteri Ferry dan Nasaruddin memberikan keterangan kepada wartawan.
"Kita ingin perguruan-perguruan tinggi, lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan Kementerian Agama bisa ikut melakukan kegiatan kerja praktek atau magang di Koperasi Desa Merah Putih," katanya. Nantinya mahasiswa mengikuti program magang tematik yang khusus mendampingi operasional KDMP.
Ferry mengatakan Kemenkop terbuka dan ingin melibatkan partisipasi perguruan tinggi untuk mengawal serta membesarkan KDMP. Karena bisa jadi penopang ekonomi bangsa Indonesia dari tingkat bawah. "Kita libatkan perguruan tinggi baik itu di bawah Kemenag maupun Kemendiktisaintek," jelasnya.
Dia berharap nota kerjasama itu segera ditindaklanjuti oleh tim teknis dari kedua Kementerian. Kemudian dirumuskan skema kerjasama dan panduan bagi mahasiswa yang ikut program magang di KDMP. Menurut dia keterlibatan mahasiswa mengawal operasional KDMP sangat penting.
Kesepakatan lain antara Kemenkop dengan Kemenag adalah pembangunan koperasi di pondok pesantren dan masjid. "Dalam kerjasama ini, kami mendorong pesantren mendirikan koperasi," katanya. Dia mengatakan banyak pesantren yang mempunyai koperasi dengan omset luar biasa besar. Bahkan menyentuk triliunan Rupiah. Seperti koperi milik Pesantren Sidogiri di Kabupaten Pasuruan, Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, serta Pesantren Al Ittifaq di Bandung.
Ferry mengatakan nantinya Kemenkop akan menjalankan sejumlah agenda pendampingan untuk operasional koperasi di pesantren tersebut.
"Mulai dari inkubasi bisnis, bahkan ikut menyalurkan pembiayaan ke koperasi-koperasi di pesantren," jelasnya.
Dia menegaskan untuk di Jawa Timur, keberadaan koperasi di lingkungan pesantren sudah banyak yang besar. Kemudian di Jawa Barat juga banyak koperasi pesantren yang mampu bersaing dengan toko ritel modern. Kondisi itu akan diperbanyak di Jawa Tengah dan provinsi lainnya.
Selain itu Ferry mengatakan Kemenkop juga mendorong pembangunan koperasi di masjid-masjid. Menurut Ferry banyak masjid yang mempunyai lokasi strategis dan lahan yang luas. Lahan tersebut bisa digunakan untuk membangun koperasi.
Menag Nasaruddin menyambut baik kolaborasi tersebut. Dia mengatakan di Indonesia saat ini ada sekitar 42 ribu unit pesantren dan 800 ribuan masjid. "Mereka (pesantren dan masjid) sudah siap untuk melaksanakan konsep koperasi seperti yang disampaikan Pak Ferry," jelasnya.
Dia menegaskan dampak pemberdayaan ekonomi umat mempunyai dampak yang luar biasa. Nasaruddin memimpikan umat bisa hidup sejahtera dengan pemberdayaan ekonomi keumatan. "Sehingga pajak-pajak itu nanti kita gunakan hanya untuk infrastruktur," tandas Nasaruddin.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi