JawaPos.com - Program pembinaan UMKM yang dijalankan PT Karabha Digdaya terus menunjukkan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah UMKM binaan mengaku mengalami lonjakan produksi, perluasan pasar, hingga peningkatan kepercayaan diri setelah mengikuti berbagai pelatihan, pameran, dan fasilitasi alat produksi yang diberikan perusahaan.
Salah satunya dirasakan Dwi Komalasari, pemilik usaha kuliner Nain Toe Sik yang telah dirintis sejak 2018. Dia mengungkapkan, sebelum mengikuti program pembinaan, usahanya masih berjalan sangat sederhana. “Sejak thn 2018, bergerak di bidang kuliner,” kata Dwi Komalasari. Awalnya belum punya produk sama sekali, masih jualan menu harian,” sambungnya, menggambarkan kondisi awal usahanya.
Perubahan signifikan mulai dirasakan setelah mengikuti program PT Karabha Digdaya. Berbagai pelatihan hingga dukungan sarana produksi dinilai menjadi titik balik pengembangan usahanya.
“Pelatihan yang diberikan sang bermanfaat sekali, dibantu pembuatan HKI melalui S&P dan bantuan alat vacum chamber serta continuous sealer untuk persiapan Trade Expo Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: PT Karabha Digdaya Bangun Kawasan Tapos dengan Pendekatan Inklusif dan Pemberdayaan UMKM
Dampaknya terlihat jelas pada skala produksi dan jangkauan pasar. Dwi menyebut, penjualan nasi box yang sebelumnya hanya belasan porsi kini melonjak drastis.
“Sekarang penjualan nasi box dari 1–10 porsi, menjadi 1000 porsi. Sudah punya produk unggulan yaitu bolu gulung, rendang dan dendeng. Makin banyak customer sejabodetabek, Cikarang, Bandung,” tuturnya.
Selain itu, dia menambahkan, berbagai kegiatan dan event yang difasilitasi di kawasan binaan sangat membantu pengembangan usaha. Menurut Dwi, perubahan terbesar yang dirasakan adalah meningkatnya pengenalan produk di lingkungan sekitar serta kepercayaan dari pelanggan institusi.
“Produk kami jadi semakin dikenal oleh masyarakat sekitar, terutama Balai Besar Dirjen Tanaman Pangan, SDN Cimpaeun 1 dan SDN Cimpaeun 3 yang sering kali memesan snack box, nasi box dan menu prasmanan,” ungkapnya.
Dia pun berharap program pembinaan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak UMKM.
“Terimakasih PT Karabha Digdaya. Bersamamu kami tumbuh dan terus berkembang. Maju dan sukses terus untuk PT Karabha Digdaya,” tambahnya.
Hal serupa dirasakan Sari, pelaku UMKM produk Sambel Juguran. Dia memulai usahanya sejak 2019 dengan memproduksi aneka sambal nusantara dalam kemasan botol dan sachet. Sebelum menjadi UMKM binaan, dia mengaku usahanya berjalan stagnan.
“Kondisi usaha masih jalan di tempat dan sangat lambat penjualannya,” ujarnya. Perubahan mulai terjadi setelah mendapat pembinaan intensif dari PT Karabha Digdaya.
“Ada pelatihan-pelatihan, pameran-pameran international dan bantuan mesin produksi,” ucapnya saat ditanya manfaat paling terasa dari program tersebut. Peningkatan yang dialami tidak hanya pada produksi, tetapi juga pemasaran dan penetrasi pasar modern.
“Produksi meningkat drastis, pemasaran makin luas ke modern supermarket dan permintaan dari luar juga banyak,” tuturnya.
Berbagai kegiatan dan event di kawasan binaan juga dinilai efektif sebagai sarana promosi. “Sangat membantu sekali sebagai ajang promosi dan meningkatkan penjualan,” katanya.
Dari sisi personal dan sosial, Sari merasakan dampak yang lebih luas. “Alhamdulillah semakin percaya diri dan semakin luas pemasaran produk kami, dan semakin meningkat penghasilan kami, dan bisa membantu karyawan dan petani sekitar,” ungkapnya.
Dia berharap PT Karabha Digdaya terus memperkuat perannya dalam mendukung UMKM, khususnya dalam aspek permodalan dan peralatan produksi. “Semoga PT Karabha Digdaya Semakin sukses dan berjaya, selamanya. Aamiin YRA,” pungkasnya.(bry/oni)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi