Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Kali Bekasi Berbusa, DLH dan KP2C Lakukan Penelusuran

Febry Ferdian • Rabu, 31 Desember 2025 | 10:11 WIB
Anggota DLH Kota Bekasi dan KP2C melakukan penelusuran di sungai Bekasi untuk mencari tahu sumber pencemaran.
Anggota DLH Kota Bekasi dan KP2C melakukan penelusuran di sungai Bekasi untuk mencari tahu sumber pencemaran.

JawaPos.com — Kembali munculnya busa di aliran Kali Bekasi memicu perhatian publik dan kekhawatiran akan kualitas lingkungan. Fenomena ini kerap berulang, terutama setelah hujan deras dan pada masa libur panjang.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melakukan langkah cepat dengan turun langsung ke lapangan melalui kegiatan susur sungai. Dalam kegiatan ini, DLH menggandeng Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) yang selama ini aktif memantau kondisi sungai dan mengadvokasi pelestarian lingkungan perairan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Susur sungai dilakukan untuk mengamati kondisi fisik air secara langsung, memetakan titik-titik rawan pencemaran, serta menghimpun data awal yang diperlukan sebagai dasar penanganan lanjutan. Kolaborasi dengan komunitas dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengawasan, mengingat aliran Kali Bekasi merupakan sungai lintas wilayah yang dipengaruhi berbagai aktivitas di hulu hingga hilir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menegaskan bahwa pihaknya tidak menganggap ringan fenomena tersebut dan berkomitmen melakukan penelusuran secara berkelanjutan.

“Fenomena busa di Kali Bekasi ini tidak bisa dianggap sepele. Kami melakukan susur sungai untuk memastikan kondisi lapangan secara langsung, mengidentifikasi kemungkinan sumber pencemar, serta mengambil langkah cepat dan terukur sesuai kewenangan yang ada,” ujar Kepala DLH Kota Bekasi.

Dari hasil pemantauan awal, KP2C menyampaikan, belum ditemukan indikasi sumber pencemar di salah satu aliran utama.

“Berdasarkan hasil susur sungai hari ini, kami belum menemukan sumber pencemar di Kali Cileungsi. Namun penelusuran akan terus dilakukan, termasuk dengan menggali informasi dari warga sekitar,” ujar Ketua KP2C, Puarman.

DLH Kota Bekasi memastikan penanganan tidak berhenti pada penelusuran awal. Koordinasi lanjutan akan dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pengawasan kualitas air sungai lintas daerah. Setiap temuan yang mengarah pada indikasi pencemaran akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain upaya teknis dan koordinatif, DLH juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga kelestarian sungai.

“Kami mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuang limbah ke badan air serta mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan. Sungai adalah sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Pemerintah menegaskan, menjaga kualitas air sungai merupakan tanggung jawab bersama, melibatkan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta masyarakat. Melalui penguatan regulasi, pemantauan rutin, penegakan hukum, dan partisipasi aktif warga, diharapkan kualitas Kali Bekasi dapat terus terjaga dan fenomena serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kali bekasi