JawaPos.com - Informasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) menyebutkan setiap bulan Ramadan, stok darah minim. Karena partisipasi masyarakat untuk berdonor menurun saat sedang berpuasa. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat beragama untuk berdonor menjelang bulan Ramadan.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri kegiatan donor darah yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag di Jakarta (5/1). Kegiatan donor darah itu menargetkan bisa terkumpul 300 kantong darah. Kemudian didistribusikan untuk korban bencana alam di Aceh , Sumut, dan Sumbar.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menilai donor darah yang digelar di Kemenag itu tepat waktu. Karena sebentar lagi masuk bulan puasa. Diperkirakan awal Ramadan jatuh pada paruh kedua bulan Februari depan. "Keluhan rumah sakit itu adalah sulitnya mencari darah pada saat Ramadan," katanya.
Untuk itu dia mengatakan donor darah menjelang Ramadan sangat bermanfaat. Dia menceritakan sempat berdiskusi dengan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla soal stok darah saat bulan Ramadan. Jusuf Kalla mengakui bahwa PMI kerap kekurangan darah pada bulan suci Ramadan.
"Maka diimbau kepada warga masyarakat itu untuk memberikan kontribusi hal ini donor darah menjelang Ramadan," jelasnya. Supaya nanti di bulan Ramadan, pasien-pasien yang membutuhkan darah itu tidak lagi terganggu atau mengalami kesulitan.
Nasaruddin mengatakan donor darah itu digelar dalam rangka memperingati HAB ke-80 Kemenag. Sehingga bisa jadi bagian mewujudkan semangat Kemenag Berdampak. Nasaruddin menegaskan bahwa mereka tidak bisa memaksa seseorang untuk berdonor. Tetapi sebatas menghimbau.
Kegiatan donor darah itu juga dihadiri oleh Penasehat DWP Kemenag sekaligus istri Menteri Agama Helmi Halimatul Udhma ikut menyumbangkan darahnya. Dia mengatakan donor darah dalam rangka HAB sudah rutin dijalankan Kemenag.
"Tidak hanya di kantor Kemenag pusat. Tetapi juga sampai di kanwil, kantor Kemenag kabupaten dan kota, serta perguruan tinggi di bawah Kemenag," kata Helmi sebelum diambil darahnya. Untuk tahun ini, dia menargetkan darah yang terkumpul bisa mencapai 300 kantong. Dia berharap target tersebut bisa dipenuhi.
Helmi mengatakan ada sejumlah kegiatan sosial yang dijalankan DWP Kemenag. Salah satunya adalah aksi donor darah secara massal di seluruh Indonesia. Dia menegaskan bahwa yang bisa berdonor tidak hanya aparatur sipil negara (ASN) Kemenag saja. Tetapi masyarakat umum juga bisa ikut donor darah.
Khusus untuk tahun ini, kata Helmi, kegiatan donor darah digunakan untuk membantu masyarakat yang jadi korban banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Menurut dia banjir yang melanda cukup signifikan. Sehingga berpotensi mengganggu layanan kesehatan di sana. Termasuk ketersediaan darah bagi para korban bencana alam.
"Kami tidak hadir langsung di lokasi bencana. Tetapi kami juga tetap ingin berkontribusi," tandasnya.
Menurut dia setetes darah sangat berharga bagi masyarakat yang membutuhkan. Apalagi bagi masyarakat di lokasi bencana alam. Dia berharap kegiatan donor darah bisa berjalan rutin di Kemenag.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi