Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Sebagai Jendela Peradaban Tiongkok, Hangzhou Tarik Arus Kunjungan Wisatawan Indonesia  

Arief Indra Dwisetyadi • Rabu, 7 Januari 2026 | 19:34 WIB

Hangzhou, China
Hangzhou, China
 

JawaPos.com - Selama berabad-abad dikenal sebagai jendela peradaban Tiongkok yang telah eksis selama lebih dari lima milenium, Hangzhou, ibu kota provinsi Zhejiang, kini gencar menarik arus kunjungan wisatawan global, termasuk Indonesia, untuk menjelajahi pesona kehangatan kota modern, serta sejumlah situs warisan budaya. Upaya tersebut dipimpin oleh Dinas Kebudayaan, Radio, Televisi, dan Pariwisata Hangzhou.

Tiongkok terus berada di jajaran lima besar destinasi utama bagi wisatawan Indonesia. Menurut data BPS, lebih dari 300.000 wisatawan nasional telah berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, mencakup sekitar 5,6% dari total perjalanan WNI ke luar negeri.

 Baca Juga: Bongkar Tiang Monorel Pakai APBD DKI Rp 100 Miliar, Dinas Bina Marga Percepat Pembongkaran Jadi Rabu Pekan Depan

Hangzhou juga aktif mempromosikan pesona daerahnya demi menggaet minat wisatawan nasional Hal ini tecermin dari penerbitan Prangko Bersama Indonesia-Tiongkok pada Agustus 2025 dalam rangka 75 tahun hubungan bilateral kedua negara. Keindahan Danau Beratan, Bali, dan Danau Barat, Hangzhou, tampak menghiasi prangko edisi khusus tersebut.

Pesona Hangzhou terletak pada tiga Situs Warisan Dunia, masing-masing mewakili bab penting dalam sejarah dan kebudayaan Tiongkok. Lanskap Budaya Danau Barat, terwujud lewat "10 Pemandangan Danau Barat," merupakan mahakarya estetika klasik Tiongkok yang melambangkan keselarasan hubungan manusia dan alam selama lebih dari 1.000 tahun.

Sementara, Kanal Besar (Bagian Hangzhou), bagian dari jalur air buatan terpanjang dan tertua di dunia, menyimpan kisah kejayaan ekonomi masa lampau. Kawasan bersejarah ini berpadu dengan kehidupan kota modern.

Situs Arkeologi Kota Liangzhu juga menjadi cerminan dari sejarah peradaban Tiongkok yang berawal lebih dari 5.000 tahun lalu. Struktur kota yang monumental, sistem pengelolaan air yang maju, serta artefak giok yang indah menjadi bukti nyata asal-usul kuno Tiongkok. Dengan demikian, Hangzhou mendapat julukan "Kota Pertama Tiongkok." 

Untuk meningkatkan pengalaman belanja wisatawan asing, Hangzhou telah menerapkan dan mengoptimalkan kebijakan "Tax Refund for Tourists" (TRT). Wisatawan asing yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari aktivitas belanja di toko-toko bebas bea saat pulang ke negaranya. Kebijakan tersebut menegaskan komitmen Hangzhou sebagai pusat belanja internasional dan menciptakan layanan yang ramah wisatawan.

Daya tarik Hangzhou tak hanya sektor pariwisata, namun juga ekonomi. Di ajang Global Digital Trade Expo (GDTE) edisi keempat yang berlangsung pada September 2025 di kota ini, Indonesia menjadi salah satu tamu kehormatan.

Wali Kota Hangzhou, Yao Gaoyuan, mengatakan, sebagai tamu kehormatan di ajang GDTE tahun ini, Indonesia memiliki rencana pengadaan barang dan jasa dengan nilai yang mendekati RMB 1 miliar, terutama untuk pembangunan ibu kota baru dan transformasi digital.

Satu pesawat khusus bahkan membawa delegasi bisnis asal Indonesia yang mencakup sekitar 100 orang untuk berpartisipasi di GDTE. Salah satunya, Alwis Rustam, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Menurut Alwis, Hangzhou merupakan salah satu kota di Tiongkok yang telah berkembang pesat, termasuk dari sisi transformasi digital. 

 

 

 

 

 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi