Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa pasar tradisional mampu bertransformasi agar tetap relevan dan memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman yang pesat.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih mengungkapkan apresiasi yang mendalam terhadap langkah Gubernur Pramono Anung dan Perumda Pasar Jaya yang telah merealisasikan revitalisasi pasar ini. Menurutnya, kebijakan revitalisasi merupakan bentuk komitmen konkret dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan pasar rakyat.
"Pasar tradisional tidak tertinggal kemajuan zaman. Justru didorong untuk terus beradaptasi dan berkembang," ujar Al Fatih, Kamis (8/1).
Baca Juga: Pramono Anung: Macan Kemayoran Harus Fight dan Tempo Tinggi Melawan Persib di Bandung
Meskipun telah menunjukkan perubahan yang signifikan, terdapat poin yang perlu diperhatikan lebih lanjut terkait aksesibilitas kendaraan menuju pasar. Al Fatih menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan segera melakukan perbaikan terhadap infrastruktur jalan di sekitar lokasi.
"Hal ini penting mengingat akses yang memadai menjadi kunci utama kelancaran aktivitas di pasar serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pedagang dan pengunjung, " terangnya.
Selain itu, Al Fatih juga mengutarakan harapannya agar upaya revitalisasi tidak hanya berhenti di Pasar Kombongan. Ia berharap program serupa dapat menjangkau setiap pasar yang telah lama tidak berfungsi dengan baik, termasuk kawasan yang hingga kini belum memiliki pasar rakyat, seperti Pasar Gedong yang juga telah lama terbengkalai.