JawaPos.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali melanjutkan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RUTLH) pada 2026. Tahun ini, sebanyak 329 unit rumah warga berpenghasilan akan diperbaiki. Usulan terbanyak berasal dari Kecamatan Pondok Aren.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Aries Kurniawan, mengatakan ratusan unit RUTLH tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Tangsel. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengumpulan dan pemutakhiran data calon penerima bantuan.
"Saat ini kami masih berada pada tahap pengumpulan data usulan dari masyarakat. Setelah itu, akan dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima," kata Aries, kemarin (9/1).
Menurut Aries, sebagian besar usulan masuk melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diajukan berjenjang dari tingkat RT dan RW, lalu diverifikasi lurah dan camat sebelum diproses oleh Disperkimta. Dari data sementara, Pondok Aren tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah usulan terbanyak.
Untuk dapat mengikuti program bedah rumah, warga harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya memiliki KTP atau berdomisili di Tangsel, sudah berkeluarga, berpenghasilan di bawah Upah Minimum Kota (UMK), serta memiliki rumah sendiri yang kondisinya tidak layak huni.
Selain itu, rumah yang diusulkan harus berdiri di atas lahan berstatus hak milik atau lahan yang dikuasai dengan luas maksimal 120 meter persegi. Calon penerima juga tidak boleh sedang menerima bantuan perumahan dari pihak mana pun.
Adapun kriteria rumah yang masuk kategori RUTLH meliputi struktur bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan, tidak memiliki sanitasi layak, serta pencahayaan dan sirkulasi udara yang buruk.
Aries menambahkan, sejak program bedah rumah dijalankan pada 2012 hingga 2025, Pemkot Tangsel telah memperbaiki sebanyak 2.901 unit rumah warga. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu warga memiliki hunian yang lebih layak dan sehat," imbuhnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi