Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Siapkan Lahan 1.100 Hektare untuk Tanam Kelapa, Ini yang Bakal Dilakukan PTPN I

Arief Indra Dwisetyadi • Senin, 12 Januari 2026 | 17:26 WIB
Program Hilirisasi Perkebunan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program Hilirisasi Perkebunan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

JawaPos.com – Setelah tanam perdana 50 hektare tanaman kelapa di Jember, Jawa Timur akhir tahun lalu, PTPN I menyiapkan 1.100 hektare di Sumatera Utara. Melalui Unit Kerja PTPN I Regional 1, Subholding Supporting Co dari Holding Perkebunan Nusantara (HPN) ini mengakselerasi dukungan kepada Program Hilirisasi Perkebunan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur PTPN I Teddy Yunirman Danas mengapresiasi laporan kinerja tim Regional 1 yang sedang melakukan land clearing lahan untuk ditanam kelapa. Dari beberapa visual yang ditampilkan secara real time menunjuukkan beberapa alat berat (ekskavator) bekerja membuat bedengan-bedengan dan drainase di lahan datar yang luas. Lokasinya berada di Kebun Bulu Cina dan Kebun Helvetia yang secara teritorial masuk Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Penanaman kelapa ini merupakan respons kami (PTPN I) terhadap program Ketahanan Pangan Bapak Presiden yang domainnya berada di Kementerian Pertanian. Jadi, kami sebagai bagian dari ekosistem secara serius dan bertahap langsung bekerja. Akhir tahun lalu kami sudah tanam perdana di Jember seluas 50 hektare. Di Sumut ini lanjutannya dan akan terus bertambah di 14 provinsi di Indonesia,” kata Teddy di Jakarta, Senin (12/1).

Industri kelapa yang akan dijalankan PTPN I tidak sebatas produsen buah kelapa segar. Dalam roadmap komoditas ini, Perusahaan merancang bisnis secara terpadu dari hulu sampai hilir. Langkah ini, menurut Teddy, merupakan transformasi dan bagian dari visi besar perusahaan untuk membangun ekosistem industri kelapa yang tangguh dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

“Proyek ini tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam semata, tetapi merupakan pijakan awal bagi pembangunan industri pengolahan kelapa yang lebih kompleks di masa depan. Yang di Sumut ini, dalam waktu dekat, kalau bisa akhir Januari ini sudah ada tanam perdana,” kata Teddy Yunirman Danas.

Meskipun melakukan ekspansi sangat besar, Teddy menegaskan pihaknya tidak secara eksklusif dalam pengelolaannya. Ke depan, kata dia, Perusahaan akan menggandeng partisipasi aktif masyarakat melalui skema kemitraan strategis dengan para petani lokal.

“PTPN I melihat peluang besar dalam mensinergikan manajemen lahan inti dengan potensi perkebunan rakyat yang sangat luas di wilayah Sumatera Utara. Data pada Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 mencatat luas tanaman kelapa di provinsi ini telah menembus angka lebih dari 100 ribu hektar. Potensi suplai bahan baku yang melimpah dari lahan masyarakat tersebut menjadi katalisator utama bagi PTPN I untuk segera merealisasikan pembangunan fasilitas industri hilir di wilayah Regional 1”, tegas Teddy.

Pembangunan industri hilir ini diproyeksikan mampu mengubah peta ekonomi perkebunan di wilayah tersebut. Proyeksinya, hasil panen tidak lagi hanya dijual dalam bentuk kelapa butiran, melainkan diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi untuk menembus pasar global.

Melalui integrasi hulu-hilir yang kuat serta dukungan teknologi budidaya yang tepat, PTPN I optimistis kehadiran industri ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Lebih jauh, kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di Sumatera Utara. Dalam konteks ini, kepastian serapan hasil panen dengan harga yang lebih kompetitif serta pendampingan tata kelola perkebunan yang lebih professional akan terjaga. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kelapa