Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun

Almushowir • Rabu, 14 Januari 2026 | 13:03 WIB
Hingga akhir November 2025, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun
Hingga akhir November 2025, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun

JawaPos.com - Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahunbuku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1). Langkah ini mencerminkan fundamental perseroan yang tetapsolid, likuiditas yang terjaga, serta konsistensi kinerja Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagipemegang saham, sekaligus memperkuat peran perseroansebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas danmendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagaimana telah dipublikasikan dalam keterbukaan informasiBursa Efek Indonesia (BEI), bank dengan kode emiten BMRI inimembagikan dividen interim sebesar Rp100,- (seratus Rupiah) per saham kepada para pemegang saham tercatat dalam DaftarPemegang Saham (DPS), yang telah ditetapkan pada 7 Januari2026 lalu. Adapun, total nilai dividen interim yang disalurkanBank Mandiri mencapai Rp9,3 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pembagiandividen interim itu telah memperhitungkan kondisi permodalanperusahaan yang solid serta likuiditas yang memadai. Melalui kinerja keuangan yang terjaga, Bank Mandiri tetap memilikiruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis kedepan.

“Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegangsaham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental perseroan yang tetap solid,” ujar Riduan, dalam keteranganresminya, Rabu (14/1).

Baca Juga: Dukung UMKM Naik Kelas, Mandiri Micro Fest 2025 Catat Kenaikan Transaksi Digital 45 Persen

Pembagian dividen interim ini juga menjadi bagian darikontribusi Bank Mandiri kepada negara, seiring dengan peranDanantara Indonesia sebagai pemegang saham terbesarperseroan. Hal tersebut sejalan dengan upaya optimalisasi nilaiinvestasi pemerintah serta penguatan peran Bank Mandiri dalammendukung agenda pembangunan nasional.

Riduan menambahkan, pembagian dividen interim tersebutdidukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid hingga akhir November 2025. Hal ini tercermin dari fungsiintermediasi perbankan yang tumbuh positif, di atas rata-rata industri.

Kinerja solid tersebut ditopang oleh fungsi intermediasi yang terus tumbuh positif hingga akhir November 2025. Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata industri dan menegaskan komitmen perseroan sebagai mitrastrategis pemerintah dalam mendorong akselerasi pertumbuhanekonomi nasional.

Di sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatatkan penghimpunanDana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.584 triliun. Pada saatyang sama, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran91 persen, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat sertaruang ekspansi yang tetap memadai.

Selain itu, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 tercatat mencapai Rp2.120 triliun, menegaskan ketahananmodel bisnis perseroan dalam menopang pertumbuhan jangkamenengah di tengah penyesuaian kebijakan moneter dandinamika global.

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus menjaga konsistensikinerja sekaligus memperkuat kontribusi perseroan bagiperekonomian nasional melalui sinergi ekosistem MandiriGroup dan akselerasi di berbagai sektor usaha, sehingga kinerjaBank Mandiri tetap unggul dan bertumbuh secaraberkelanjutan,” pungkas Riduan. (als/wir)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#bank mandiri