Terkait prediksi itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike menuturkan, seluruh dinas terkait penanggulangan banjir dan bencana meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif di tengah cuaca ekstrem.
Yuke menegaskan, seluruh SKPD terkait mulai dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Bina Marga, BPBD, serta para wali kota di lima wilayah administrasi harus melakukan pemantauan cuaca secara intensif. Potensi hujan berintensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga April 2026.
“Seluruh dinas terkait dan wali kota lima wilayah harus terus memantau perkembangan cuaca yang diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga ekstrem,” ujar Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga dimintanya untuk menyiapkan langkah antisipatif berupa operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila kondisi cuaca semakin tidak menentu dan berpotensi meningkatkan risiko banjir.
Lebih lanjut, Yuke juga mengingatkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota agar rutin memeriksa kondisi pohon-pohon besar, khususnya di jalan protokol dan kawasan permukiman, guna mencegah kejadian pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.
Tak hanya itu, peran Dinas SDA dinilai krusial, terutama dalam melakukan penurapan sungai yang rawan longsor serta memperbaiki saluran air dan tali-tali air yang tersumbat. Menurut Yuke, pengerukan kali dan sungai harus dilakukan secara rutin untuk meningkatkan daya tampung air.
“Kali dan sungai harus dikeruk secara rutin agar daya tampung air meningkat dan banjir bisa dicegah,” tegasnya.
Kepada para wali kota, Yuke juga meminta agar memastikan petugas selalu siaga selama cuaca ekstrem, termasuk melakukan pemantauan ketinggian muka air di wilayah masing-masing. Dia juga menekankan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana keselamatan bagi petugas lapangan.
“Petugas harus dilengkapi perlindungan yang memadai, terutama saat melakukan evakuasi. Insentif juga perlu dipertimbangkan secara berjenjang sesuai risiko dan kemampuan teknis,” tambahnya.