Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Lima Tim Siap Ramaikan Liga Golf Alumni 2026 di Bogor

Rizky Ahmad Fauzi • Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:46 WIB
Ketua PGG dan Tournament Owner Adhika Caksana, Komite Penyelenggara Anar Arsyid, dan Tournament Director Alwi Hasan.
Ketua PGG dan Tournament Owner Adhika Caksana, Komite Penyelenggara Anar Arsyid, dan Tournament Director Alwi Hasan.

JawaPos.com - Liga Golf Alumni 2026 bakal terselenggara di Gunung Geulis Country Club, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 29 Januari hingga babak final pada 26 Mei 2026.
Ajang ini bakal diikuti lima tim golf alumnus perguruan tinggi ternama di tanah air. Yakni, Persatuan Golf Alumni (Pergola) Universitas Indonesia (UI), Persatuan Golf Ganesha (PGG) Institut Teknologi Bandung (ITB), Kagama Golf Universitas Gadjah Mada (UGM), Persatuan Golf Alumni (PGA) Institut Pertanian Bogor (IPB), dan PGA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Adhika Caksana, Ketua PGG sekaligus Tournament Owner menceritakan, ajang yang sebelumnya bernama Tri Warga ini sudah bergulir sejak era 1970-an. Waktu itu diikuti oleh tiga Universitas. Yakni, UI, ITB, dan UGM.

"Nah, karena banyak teman yang di luar Tri Warga itu, akhirnya kami membuka diri di luar tiga perguruan tinggi itu," katanya saat berikan keterangan di Top Golf Fatmawati, Jakarta, Jumat (23/1).

Selain itu, alasan kedua, di awal tahun turnamen yang ada terbilang minim. Apalagi, Liga Golf Jakarta (LGJ) tidak terselenggara. "Kami juga kangen dengan LGJ yang punya hype untuk menggugah gairah anggota untuk bermain dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi," ucapnya.

Meskipun bukan atlet, dia menilai para pegolf memiliki semangat yang lebih setiap tampil. "Di dalam diri pasti ada kompetisi yang ugal-ugalan. Pasti mau menang dan juga dilandasi dengan sportivitas dan fairness," katanya, lantas tersenyum.

Komite Penyelenggara Anar Arsyid menambahkan, turnamen ini akan mengadopsi apa yang sudah dibuat LGJ. Namun, ada beberapa pengembangan. "Di sini ada kategori tambahan. Kalau di LGJ itu reguler semua dianggap sama. Kalau di alumni ini ada pembagian dua kategori. Reguler dan senior. Umur senior di 55 tahun ke atas," paparnya.

Dari sisi pemain juga lebih kompleks. Jika di LGJ hanya 7 pemain yang bermain di 5 matches, kalau ini ada 14 yang bermain dalam 1 game dari 9 matches. Anar mengakui hal ini terbilang nekat. Sebab, butuh komitmen dari seluruh peserta untuk menurunkan banyak pemain di hari weekdays.

Tokoh senior alumnus ITS Puguh Sosiantoro menyatakan, pihaknya memiliki pengalaman untuk merebut juara di event yang bertajuk antar perguruan tinggi. Namun, di edisi kali ini tantangannya cukup berat. Sebab, pemain muda rata-rata sedang bekerja di tengah pekan.

Selain itu, jumlah pegolf yang diturunkan juga mengalami perubahan. Hal ini yang membedakan dari sebelumnya dengan peserta lebih sedikit. "Nah kali ini anggota timnya banyak, 14 orang. Itu jadi tantangannya," sebutnya.

Pihaknya menyadari disparitas handicap atau perbedaan tingkat kemampuan antar pegolf bisa jadi cukup timpang. "Tapi Insya Allah di ajang ini kan ada sisi pride lah. Jadi pemain akan berjuang semaksimal mungkin," ucapnya. (raf/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#golf