Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Pertama Dalam Sejarah, Murid Indonesia Raih Predikat Top In World Cambridge IGCSE

Hilmi Setiawan • Minggu, 1 Februari 2026 | 10:39 WIB
Kepala SMA Kharisma Bangsa Muhamad Budiawan (kanan) menjelaskan prestasi Gavin Syafi Anggakara di komplek sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten (31/1).
Kepala SMA Kharisma Bangsa Muhamad Budiawan (kanan) menjelaskan prestasi Gavin Syafi Anggakara di komplek sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten (31/1).

JawaPos.com - Prestasi gemilang berhasil diukir oleh Gavin Syafi Anggakara. Murid SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten itu menjadi murid pertama dari Indonesia yang berhasil meraih predikat Top In World di ujian Cambridge IGCSE.

Prestasi yang diraih Gavin itu disampaikan Kepala SMA Kharisma Bangsa Muhamad Budiawan di komplek sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten (31/1). Dia menceritakan ujian Cambridge IGCSE dilaksanakan oleh murid di sekolah-sekolah mitra Cambridge di seluruh dunia.

Budiawan menceritakan Gavin mengikuti ujian Cambridge IGCSE itu saat duduk di bangku kelas X SMA. "Saat ini dia kelas XI SMA," tuturnya. Saat itu seluruh murid kelas X SMA Kharisma Bangsa mengikuti ujian bahasa Inggris tersebut. Sampai akhirnya pihak Cambridge mengumumkan bahwa Gavin berhasil meraih predikat Top In World.

"Baru pertama kali ini ada murid dari Indonesia berhasil meraih predikat Top In World Cambridge IGCSE," tandas Budiawan. Rencananya perwakilan dari Cambridge akan datang ke Tangerang Selatan, Banten untuk menyerahkan penghargaan tersebut secara simbolis.

Lebih lanjut Budiawan mengatakan Gavin memang salah satu siswa berprestasi di sekolah yang dia pimpin. Misalnya pada Januari 2026 lalu, Gavin meraih medali perunggu ISPO (Indonesia Science Project Olympiad). Pada kompetisi sains nasional itu, Gavin membawakan inovasi Eco-Gel yang memanfaatkan limbah minyak goreng atau jelantah.

Budiawan mengatakan selama ini jelantah sering jadi masalah di rumah tangga. "Kadang dibuang di saluran air kemudian bikin tersumbat," jelasnya. Lewat inovasi Eco-Gel, limbah minyak goreng itu diolah menjadi gel dengan tambahan kolagen dan bahan-bahan lainnya.

Hasil inovasi itu berupa sejenis bubuk. Kemudian dicampur dengan air dan diaduk sampai menjadi gel. Setelah itu dicampur dengan media tanam tanah. "Gel ini bisa mengikat nutrisi, sehingga tanaman tumbuh lebih sehat," jelasnya. Manfaat tersebut sudah dikaji secara khusus di laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#SMA Kharisma Bangsa