JawaPos.com - Persoalan pengelolaan sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) terus jadi sorotan. Untuk mengatasi tumpukan sampah itu, Pemkot Tangsel bakal memanfaatkan TPA Ciliwong, Kota Serang. Upaya ini diharapkan tetap memperhatikan lingkungan dan kualitas hidup warga setempat.
Persoalan sampah jadi bahasan utama pertemuan pengurus Pusat Pengkajian Agraria dan Sumber Daya Alam (PPASDA) bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Maria Teresa Suhardja. Direktur Eksekutif PPASDA Irvan Mahmud menjelaskan krisis sampah di Tangsel juga menjadi penekanan mereka.
Irvan menilai kapasitas TPA Cipeucang sudah overload. Sehingga Pemkot tentunya harus bergerak cepat untuk membenahinya. Untuk diketahui TPA Cipeucang merupakan titik pembuangan sampah yang diproduksi warga Kota Tangsel selama ini.
"Memang sudah terlihat progres pembangunan bronjong pengaman dan memastikan penataan landfill 3 tetap memperhatikan keamanannya,” kata Irvan dalam keterangannya (7/2).
Selain itu, jelas Irvan, kerjasama dengan kota Serang melalui TPA Ciliwong juga harus terus diupayakan. Dengan artian tetap berlanjut serta harus memperhatikan aspirasi warga sekitar. "Intinya sampah dari Tangerang Selatan yang dibawa ke Ciliwong tidak berdampak (negatif) pada lingkungan dan kualitas kehidupan warga sekitar," katanya.
Irvan juga menegaskan isu perubahan iklim dan polusi udara nyata terjadi. Mereka melihat emisi di Kota Tangerang Selatan sudah tidak normal. Sehingga diperlukan navigasi risiko perubahan iklim sehingga warga tidak terdampak dengan serius.
Pada intinya Irvan menilai persoalan sampah, polusi udara, sengketa lahan, alih fungsi lahan, hingga pengembangan kota yang tidak berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Tangsel menjadi catatan dan tugas besar yang harus dibenahi oleh Pemkot Tangsel.
Bagi dia beragam masalah itu bukan sekedar persoalan teknis pengelolaan. Tetapi kebijakannya yang belum terintegrasi antara hulu dan hilir. Termasuk regulasinya yang belum memadai, partisipasi warga yang rendah, hingga inovasi yang terbatas. Khususnya dalam pengelolaan sampah.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Maria Teresa Suhardja menyambut baik masukan dari PPASDA. Dia menegaskan komitmen DPRD Tangerang Selatan untuk mendorong kebijakan yang lebih responsif dan berpihak pada Pembangunan berkelanjutan.
“Isu sampah, perubahan iklim, tata ruang, polusi udara, dan agraria memang menjadi tantangan serius bagi Kota Tangerang Selatan," kata dia. DPRD berkomitmen mengawal kebijakan dan regulasi. Agar pembangunan kota tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta perlindungan hak-hak masyarakat.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi