Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Masria Pane • Minggu, 8 Februari 2026 | 09:44 WIB
Sampah di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel, kerap menumpuk.
Sampah di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel, kerap menumpuk.
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, kolaborasi antardaerah sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan. Khususnya, Jakarta dengan Banten dalam pengelolaan sampah hingga integrasi transportasi.
 
Bahkan, Pramono menawarkan bantuan untuk mengatasi masalah Tangerang Selatan (Tangsel) yang sempat viral pada akhir 2025 hingga awal 2026 karena menumpuk di berbagai titik. Tidak terkecuali, di pasar-pasar dan pinggir jalan yang ada di Ciputat dan Serpong.

Bantuan itu bahkan disebutkannya disampaikan langsung kepada Gubernur Banten Andra Soni. ‘’Saya mengatakan kepada pak gubernur Banten, Pak kalau memang Banten belum sanggup, Tangerang Selatan belum bisa, sementara Jakarta mempunyai kemampuan, Jakarta yang meng-cover pembiayaannya,’’ terang Pramono.

Hal itu disampaikannya karena ingin menunjukkan tidak ada sekat antara Jakarta dan Banten. Bahwa, kolaborasi bisa dibangun atas kepentingan bersama, bukan ego wilayah.

Untuk bantuan, Pramono menegaskan, bukan untuk pengolahan sampah. Melainkan, untuk mengangkut sampah yang sempat viral karena menumpuk di banyak wilayah. Menurutnya, armada pengangkutan sampah yang dimiliki DKI bisa dimanfaatkan untuk itu.

‘’Saya membayangkan, kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta punya alat transportasi yang bisa digunakan,’’ terangnya. Jadi, setelah sampah dibantu diangkut, jajaran Pemprov DKI akan menyerahkan pengelolaan kepada Banten.

‘’Mengenai pembuangannya, ya tentunya sepenuhnya kewenangan dari Tangerang Selatan. Kami ingin saling mengisi,’’ katanya.

Dibalik hal itu, produksi sampah Jakarta sendiri terus meningkat, kini mencapai 8.000 ton per hari. Untuk pengolahannya, Pemprov DKI paling besar mengandalkan TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Sementara untuk RDF Rorotan, yang digadang-gadang akan menjadi teknologi baru pengolahan sebanyak 2.500 ton sampah harian Jakarta, belum juga diresmikan. Hingga kini, RDF yang menelan alokasi APBD DKI 2024 sebesar Rp 1,3 triliun itu masih banyak kendala dan ditolak warga sekitar.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Gubernur DKI Pramono Anung