Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Pramono Revitalisasi Taman Semanggi, Biaya Mencapai Rp 134 Miliar

Masria Pane • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:55 WIB

- Gubernur DKI Pramono Anung meresmikan revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, kemarin (20/2). (Masria Pane/ Jawa Pos)
- Gubernur DKI Pramono Anung meresmikan revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, kemarin (20/2). (Masria Pane/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung meresmikan revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, kemarin (20/2). Peletakan batu pertama (groundbreaking) itu menandai dimulainya penataan ruang terbuka hijau (RTH) di salah satu simpul strategis ibu kota tersebut.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kawasan Semanggi akan menjadi “etalase baru” Jakarta dan ditargetkan selesai pada 22 Juni 2027, bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-500 Kota Jakarta.

“Mulai hari ini sampai dengan mudah-mudahan 22 Juni 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yang namanya adalah Semanggi,” ujar Pramono dalam sambutannya.

Semanggi merupakan kawasan bersejarah yang digagas Presiden pertama RI, Soekarno, pada 1962. Bentuk simpang susun menyerupai empat helai daun semanggi merepresentasikan fungsi, konektivitas, transformasi, sekaligus estetika dan kehidupan.

Taman Semanggi itu memiliki luas sekitar enam hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi. Nantinya, setelah revitalisasi taman itu akan dilengkapi 14 fasilitas. Yakni, pedestrian bridge (JPO), mushola dan toilet, jogging track, outdoor gym, heritage walk, cultural plaza, amphitheater, art lawn, thematic garden, natural swale, wetland boardwalk, biopond, seating grove, dan multipurpose plaza.

Pramono menjelaskan, revitalisasi mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, regeneration atau pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan vegetasi. Kedua, reconnection, yakni memperkuat keterhubungan antar ruang agar taman lebih mudah diakses, aman, dan nyaman. Ketiga, reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan agar bisa dimanfaatkan seluruh kelompok masyarakat.

Meski demikian, dia memastikan penataan tidak akan mengganggu arus lalu lintas. “Yang paling penting, ini tidak mengganggu lalu lintas. Kawasan Semanggi adalah koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” tegasnya.

Revitalisasi itu dilaksanakan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights). Nilai investasi pembangunan mencapai sekitar Rp134 miliar dan seluruhnya tidak bersumber dari APBD DKI.

Mitra akan mengelola kawasan tersebut selama kurang lebih 10 tahun, ditambah masa pembangunan 1,5 tahun, sehingga total kerja sama 11,5 tahun. Namun, Pramono menegaskan nama kawasan tetap Semanggi dan tidak akan berubah.

“Nama tempat ini tetap Semanggi, tidak ada perubahan. Tapi tentu mitra yang mengeluarkan dana cukup besar harus mendapatkan manfaat dari pengelolaan yang lebih baik,” ujarnya.

Editor : Bintang Pradewo
#pramono anung #taman semanggi #revitalisasi taman