JAKARTA - Hampir semua umat muslim di Jakarta merindukan suasana Ramadhan, tidak terkecuali Gubernur DKI Pramono Anung. Dia merindukan suasana Ramadan di Ibu Kota, terutama tradisi silaturahmi yang terjalin kuat selama bulan suci.
Menurut dia, salah satu kelebihan Ramadan di Jakarta adalah intensitas pertemuan yang meningkat, baik dengan jajaran pemerintah, masyarakat, maupun berbagai elemen lainnya.
“Yang paling dirindukan itu silaturahimnya. Salah satu kelebihan Ramadan di Jakarta kan silaturahimnya kuat sekali. Safari Ramadan juga berlangsung terus-menerus,” ujar Pramono.
Dia menjelaskan, agenda Safari Ramadan biasanya diawali dari Balai Kota bersama seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah pertemuan, termasuk dengan perwakilan kedutaan asing.
“Setelahnya, hari Rabu dengan teman-teman wartawan kita buka bersama. Setelah itu dari masjid ke masjid, dari musala ke musala. Itu yang saya rindukan,” katanya.
Selain suasana kebersamaan, Pramono juga menyinggung makanan yang kerap dirindukan saat Ramadan. “Kalau makanannya, yang utama itu nasi briyani, kemudian rendang,” ujarnya.
Namun Pram berkelakar, saat waktu berbuka tiba, keinginan menyantap berbagai hidangan sering kali tak sesuai kenyataan.
“Kalau Ramadhan itu kan lapar, pengennya banyak. Begitu sudah buka, ternyata banyak yang tidak dimakan. Saya yakin ini dialami oleh kita semua,” tambahnya.
Editor : Bintang Pradewo