JawaPos.com - Bulan Ramadhan selalu datang dengan limpahan keberkahan. Setiap amal kebaikan yang dilakukan umat Muslim di bulan suci ini dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, Ramadhan sering dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah.
Selain ibadah wajib seperti puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah. Amalan sunnah dapat menjadi pelengkap ibadah sekaligus menambah pahala di bulan penuh rahmat ini.
Namun, di tengah aktivitas harian yang tetap berjalan, tidak sedikit amalan sunnah yang justru sering terlewat. Banyak orang lebih fokus pada kewajiban utama tanpa menyadari adanya amalan sunnah yang bernilai besar. Padahal, amalan tersebut bisa menjadi ladang pahala tambahan selama Ramadhan.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah makan sahur. Sahur bukan sekadar makan sebelum memulai puasa, tetapi juga mengandung keberkahan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi. Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak meninggalkan sahur meskipun hanya dengan makanan sederhana. Sahur juga membantu menjaga kekuatan tubuh agar tetap mampu menjalankan aktivitas selama berpuasa. Selain itu, sahur menjadi bagian dari sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Amalan sunnah berikutnya adalah menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib telah tiba. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka tanpa alasan yang jelas. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain menyegerakan berbuka, umat Islam juga dianjurkan berbuka dengan kurma atau air. Rasulullah SAW diketahui sering berbuka dengan beberapa butir kurma sebelum melaksanakan salat Maghrib. Jika tidak tersedia kurma, beliau berbuka dengan air sebagai bentuk kesederhanaan dan sunnah.
Amalan sunnah lainnya yang sering terlupakan adalah membaca doa ketika berbuka puasa. Saat berbuka merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sering dibaca adalah “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”
Doa tersebut memiliki makna penyerahan diri kepada Allah atas ibadah puasa yang dijalankan. Artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” Membaca doa ini menjadi pengingat bahwa seluruh ibadah dilakukan karena Allah.
Selain membaca doa berbuka, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa pada waktu tersebut. Waktu berbuka termasuk salah satu momen yang mustajab untuk memohon kepada Allah SWT.
Meskipun terlihat sederhana, amalan-amalan sunnah ini memiliki keutamaan besar jika dilakukan secara konsisten selama bulan Ramadhan. Dengan membiasakan amalan sederhana ini, Ramadhan bukan hanya menjadi bulan puasa, tapi juga momentum meraih keberkahan yang berlipat.