Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Bubur Tambun, Banyak Ditemui di Jakarta dengan Ciri Khas Tersendiri

Azmy Muhammad Kiranova • Kamis, 30 April 2026 | 17:46 WIB
Penjual bubur ayam menjadi salah satu pemandangan yang mudah ditemui di berbagai sudut Jakarta, terutama pada pagi hari. (Instagram)
Penjual bubur ayam menjadi salah satu pemandangan yang mudah ditemui di berbagai sudut Jakarta, terutama pada pagi hari. (Instagram)

JawaPos.com - Penjual bubur ayam menjadi salah satu pemandangan yang mudah ditemui di berbagai sudut Jakarta, terutama pada pagi hari. Dari kawasan perumahan hingga pinggir jalan, bubur seolah menjadi menu sarapan yang tidak pernah sepi peminat. Di balik itu, ada satu hal menarik yang mungkin tidak banyak disadari, yaitu cukup banyak penjual bubur di Jakarta yang berasal dari Tambun, Bekasi.

Tambun memang dikenal memiliki banyak warga yang berprofesi sebagai pedagang bubur. Bahkan, ada beberapa wilayah yang kerap dijuluki sebagai “kampung bubur”, seperti Kampung Pulo dan Kampung Buwek. Di kawasan ini, tidak sedikit masyarakat yang menjalankan usaha bubur, baik yang dijual di sekitar Bekasi maupun dibawa ke Jakarta.

Berbeda dengan gambaran perantau dari luar kota, para penjual bubur asal Tambun ini umumnya masih berada di wilayah Jabodetabek. Mereka memilih menjangkau Jakarta dengan cara berjualan menggunakan sepeda motor. Peralatan jualan biasanya dimodifikasi dan dipasang di bagian belakang motor, sehingga memudahkan mobilitas dan memungkinkan mereka berjualan secara keliling di berbagai titik.

Baca Juga: NICE PIK 2 Jadi Alternatif Venue Event Skala Besar di Jabodetabek

Cara berjualan ini menjadi salah satu ciri khas yang cukup mudah dikenali. Dibandingkan dengan pedagang bubur yang menggunakan gerobak dorong, penjual bubur asal Tambun cenderung lebih fleksibel dalam berpindah tempat. Hal ini juga membuat mereka bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dalam waktu yang relatif singkat.

Selain dari cara berjualan, jenis bubur yang ditawarkan juga memiliki karakter tersendiri. Bubur ala Tambun umumnya memiliki tekstur yang lebih halus dan lembut, dengan tampilan yang cenderung sederhana. Topping yang digunakan biasanya tidak terlalu ramai, seperti ayam suwir, cakwe, dan daun bawang, sehingga rasanya lebih ringan.

Ciri ini membuat bubur Tambun sering dibandingkan dengan bubur bergaya Chinese yang lebih fokus pada tekstur dan rasa dasar. Hal tersebut berbeda dengan beberapa jenis bubur daerah lain yang memiliki kuah atau bumbu yang lebih kuat dan kompleks. Meski sederhana, justru di situlah letak daya tariknya bagi sebagian penikmat bubur.

Baca Juga: Vibes Jepang Bisa Ditemukan di PIK, Beberapa Spot Jadi Favorit Pengunjung

Walaupun tidak bisa dikatakan sebagai mayoritas, keberadaan penjual bubur asal Tambun memang cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Hal ini membuat banyak orang tanpa sadar sering menjumpai bahkan mungkin sudah pernah membeli bubur dari penjual asal daerah tersebut.

Fenomena ini menjadi menarik karena menunjukkan adanya pola yang berulang, di mana satu daerah memiliki banyak pelaku usaha di bidang yang sama. Dalam hal ini, Tambun menjadi salah satu daerah yang identik dengan pedagang bubur, terutama yang berjualan di Jakarta.

Pada akhirnya, bubur yang sering dinikmati di pagi hari ternyata memiliki cerita tersendiri di baliknya. Keunikan asal-usul pedagang serta ciri khas bubur yang ditawarkan menjadi nilai tambahan yang mungkin jarang diperhatikan.

 

Lalu, apakah Anda pernah menemukan atau mencoba bubur dari penjual asal Tambun ini? Bagaimana menurut Anda rasanya, apakah cocok dengan selera atau justru lebih menyukai jenis bubur lainnya?

 

Editor : Bintang Pradewo
#bubur tambun #bubur