Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya Janggal: Keluarga Tolak Polisi, Saksi Sebut Tak Ada Paksaan

Ryandi Zahdomo • Rabu, 22 Juli 2026 | 10:59 WIB
Atlet golf putri Indonesia Jesslyn Wijaya Lay. (Istimewa)
Atlet golf putri Indonesia Jesslyn Wijaya Lay. (Istimewa)

JawaPos.com - Penyelidikan kasus dugaan penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, mengungkap sejumlah fakta baru yang penuh kejanggalan.

Mulai dari penolakan oleh pihak keluarga, temuan jejak perjalanan ke luar negeri, hingga kesaksian kontra dari pihak restoran.

Tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat sempat mendatangi kediaman orang tua Jesslyn di kawasan Puri Jimbaran, Ancol. Namun, kedatangan polisi justru mendapat penolakan dari pihak keluarga korban.

Pengacara calon suami Jesslyn, Andi Darti, mengonfirmasi kabar penolakan tersebut usai mendatangi Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Baca Juga: Atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh, Gedung Baru Bakal Dibangun 2027

"Setelah olah TKP kemarin, penyidik kemarin sempat mendatangi kediaman orang tua Jesslyn di daerah Puri Jimbaran Ancol, tapi ternyata ditolak pihak keluarga, keberatan dengan kehadiran pihak penyidik ke lokasi," ungkap Andi saat ditemui wartawan, Selasa (21/7).

Menurut Andi, keluarga mengaku sudah tidak memiliki urusan dan tidak lagi berkomunikasi dengan Jesslyn. Sikap ini dinilai menyulitkan upaya penyelidikan.

"Kami enggak tahu alasannya apa, tapi dia menyatakan 'Kami tidak ada urusan dengan Jesslyn'. Seharusnya jika ada pihak kepolisian yang cukup kooperatif mengabarkan bahwa ada keluarganya atau anggota keluarganya yang diduga diketahui hilang," tambah Andi.

Sinyal Ponsel Terlacak dan Jejak Penerbangan ke Malaysia

Di tengah penolakan keluarga, petunjuk penting terkait keberadaan korban ditemukan.

Sinyal telepon seluler milik Jesslyn sempat terdeteksi di sekitar kawasan Puri Jimbaran pada Selasa (14/7), sehari setelah insiden penjemputan paksa dilaporkan.

Baca Juga: Keluar Mall Thamrin City Langsung Dicegat Tiket Parkir Siluman, Modus Pungli Baru di Tanah Abang?

Tak hanya itu, temuan lain menunjukkan adanya aktivitas perjalanan udara atas nama Jesslyn.

Polisi mendapati manifes penerbangan Jesslyn dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Pihak imigrasi juga telah mengonfirmasi bahwa korban sudah memasuki wilayah Malaysia. Keberangkatan melalui Semarang ini memicu tanda tanya besar bagi pihak pelapor.

"Kalau memang dia akan diberangkatkan ke Malaysia atau Singapura, toh di Jakarta juga ada bandara kenapa harus melalui Semarang? Kenapa mesti dipindahkan antarkota dulu baru dilintasnegarakan?" tegas Andi.

Calon Suami Terbatas Komunikasi dengan Keluarga

Evan, 37, calon suami Jesslyn, mengaku tak bisa berbuat banyak mengenai sikap keluarga korban.

Baca Juga: Gubernur Pramono Buka Suara Soal Tawuran Maut di Koja

Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan keluarga Jesslyn memang sangat terbatas, bahkan sebelum peristiwa ini terjadi.

Saat ini, Evan memilih fokus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan rekan dekat korban untuk mengawal proses hukum.

"Saya sampai saat ini belum berkomunikasi juga dengan keluarga Jesslyn karena memang jarang. Saya masih fokus berkomunikasi dengan kepolisian untuk mencari bukti dan petunjuk baru, supaya Jesslyn bisa cepat ditemukan dan kembali menjalani kehidupannya seperti sedia kala," jelas Evan.

Kesaksian Restoran: Tak Ada Keributan atau Aksi Paksa

Berbeda dengan narasi penculikan yang beredar, pihak manajemen Restoran Saung Kita di Mangga Besar, Sawah Besar, memberikan keterangan yang bertolak belakang.

Supervisor Restoran Saung Kita, Dimas Firmansah, membenarkan adanya momen penjemputan Jesslyn saat perayaan ulang tahun neneknya pada Senin (13/7) malam. Namun, ia menegaskan tidak ada keributan atau aksi kekerasan di lokasi.

Baca Juga: Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay, Polres Jakarta Pusat Kumpulkan Fakta dan Bukti

"Iya memang benar ada (Jesslyn dijemput beberapa orang), tapi enggak ada keributan. Itu kejadian singkat banget, dia dijemput kemudian masuk ke mobil. Dibawa aja gitu, enggak dipaksa atau apa gitu, enggak," ucap Dimas.

Ia menceritakan, sejumlah pria berbadan besar memang masuk ke restoran sekitar pukul 19.30 WIB, ketika korban dan keluarganya sedang menyantap makanan. Salah satu pria bahkan sempat menenangkan staf restoran.

"Dia tuh bilang ada konfirmasi ke resepsionis, 'Jangan panik Mbak, ini hanya sekedar masalah keluarga'. Terus dia ngomongnya itu, dia (Jesslyn) tuh ditungguin mamanya di mobil," tutur Dimas.

Ia menambahkan, pihak keluarga yang berada di meja makan tampak tenang dan tidak melakukan perlawanan sama sekali.

"Keluarganya juga biasa aja yang makan bareng dia, enggak ada panik atau melawan. Keluarganya juga tetap lanjut makan setelah itu, terus langsung pulang, sama-sama ikut ke mobil. Kalau misalkan beneran penculikan kan itu pasti ramai kan, dan keluarganya juga pasti ramai. Nah, ini enggak," pungkasnya.

Baca Juga: Cara Mengubah Wajah Bantargebang, Pakai Sistem Bergilir 7 Hari

Duduk Perkara Laporan Polisi

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penculikan di Restoran Saung Kita, yang diajukan ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA pada Kamis (16/7).

Meski laporan awal yang dibuat oleh rekan korban dicabut, penanganan kasus ini kini terus dikawal oleh Evan selaku calon suami guna memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn.

 

Editor : Bayu Putra
Jesslyn Wijaya Lay polres jakarta pusat penculikan atlet golf malaysia