Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak

Antara • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:33 WIB
Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan biodigester komunal sampah organik di Rusunawa Rorotan pada Senin (10/8). (Istimewa)
Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan biodigester komunal sampah organik di Rusunawa Rorotan pada Senin (10/8). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya penanganan persoalan lingkungan di Jakarta, Bank Jakarta membangun biodigester komunal berbasis sampah organik.

Pembangunan program ini direncanakan di dua titik lokasi di Jakarta Utara. Yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing; dan TPS 3R, Kelurahan Rawa Badak Utara. Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilaksanakan pada Senin (10/8) di Rusunawa Rorotan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, rencana pembangunan biodigester komunal ini merupakan salah satu kontribusi Bank Jakarta mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.

Baca Juga: Dihadiri Gubernur Pramono, Ribuan Jamaah Jatman Aswaja Lantunkan Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan serta residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Agus menyampaikan, penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak.

”Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus dilansir dari Antara.

Baca Juga: Pakar Paru Ingatkan Cuaca Panas Berlebihan Tingkatkan Risiko ISPA

Program ini juga merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026. Khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Secara teknis masing-masing biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit biodigester, kapasitas pengolahan dapat mencapai 500 kilogram per hari, yang menghasilkan biogas serta residu berupa pupuk organik.

Berdasar kajian teknis, kedua unit biodigeser tersebut nantinya diproyeksikan akan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari dan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menambahkan, penanganan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program.

”Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi Masyarakat,” terang Arie.

”Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” ucap Arie.

Baca Juga: Ini Alasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Bongkar Satu JPO Viral Love-Hate di Rasuna Said

Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025 lalu.

”Kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemprov DKI Jakarta," terang Arie.

Melalui program ini, diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Layanan Pajak Tetap Normal usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
sampah organik bank jakarta jakarta utara