JawaPos.com – DPRD DKI mempertanyakan langkah Pemprov DKI untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Salah satunya, tidak adanya program park and ride pada 2025. Padahal, program itu dinilai efektif mendorong masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
’’Untuk dishub (dinas perhubungan), program unggulan belum dicantumkan aktivitas park and ride. Seingat saya, ketika pembahasan di APBD Perubahan 2023, satu dari sekian PSN (program strategis nasional yang dipaparkan dan dokumen masih ada dalam dari BPKD, itu sepertinya masuk satu dari empat prioritas pembangunan,’’ terang Anggota Komisi B DPRD DKI Ismail.
Dia menyebutkan, program park and ride itu bisa dimasukkan dalam peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur. ’’Ini saya lihat bisa masuk dalam peningkatan kualitas transportasi publik, perbaikan kualitas udara, dan sebagainya. Sebaiknya ini (park and ride) sudah dirintis tahun anggaran 2025, karena anggaran 2025, adalah langkah pertama kita mengawali RPJPD 2025–2045,’’ katanya.
Terkait hal itu, Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo mengakuinya. Mereka belum memasukkan program park and ride dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2025.
’’Tapi secara pelaksanaannya, kami telah berkoordinasi dengan MRT Jakarta untuk pembangunan area park and ride di kawasan Glodok, dan ini nantinya akan dikerja samakan oleh PT MRT Jakarta,’’ terangnya. Selain itu, lanjut dia, mereka juga akan mengajukan kebutuhan untuk pembangunan lokasi park and ride sesuai yang dibutuhkan.
Nah, untuk langkah lain dalam mengatasi kemacetan, dishub DKI juga disebutkannya terus berusaha agar masyarakat daerah tidak menggunakan kendaraan pribadinya masuk Jakarta. Salah satunya, memperkuat layanan Transportasi Jakarta (TJ) ke arah Bodetabek.
’’Layanan Bodetabek ini nantinya diperkuat dengan adanya UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta,’’ terangnya. Tak hanya itu, Syafrin juga mendorong Dinas Bina Marga DKI untuk terus melakukan perbaikan trotoar.
’’Dengan perbaikan trotoar yang terus kami dorong maka akan semakin banyak masyarakat yang bisa akses layanan angkutan umum, baik dari rumah maupun tempat kerja,’’ imbuhnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi