JawaPos.com - Jamu kembali mendapat perhatian di kalangan anak muda. Jika dulu minuman tradisional ini lebih identik dengan penjual jamu keliling dan generasi orang tua, kini jamu mulai hadir dalam gaya hidup anak muda, termasuk Gen Z.
Beras kencur, kunyit asam, hingga jamu berbahan jahe menjadi beberapa jenis yang masih banyak dikonsumsi. Cara menikmatinya pun semakin beragam, mulai dari membeli jamu gendong hingga memilih produk jamu dengan kemasan yang lebih kekinian.
Selain mengikuti tren, jamu juga sudah lama dikenal sebagai minuman berbahan rempah yang memiliki berbagai potensi manfaat bagi tubuh. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada jenis bahan, cara pengolahan, dan jumlah yang dikonsumsi. Berikut 5 manfaat minum jamu yang harus kalian ketahui.
Baca Juga: Kapolri: Mahasiswa Harus Mampu Membaca Arah Perubahan dan Berani Mengambil Peran
-
Membantu Menjaga Kebugaran Tubuh
Salah satu alasan jamu masih dikonsumsi hingga sekarang adalah karena dipercaya dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Beberapa jenis jamu menggunakan bahan seperti temulawak, kunyit, dan meniran yang sejak lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Indonesia.
Kementerian Kesehatan menyebut konsumsi jamu dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan, termasuk membantu mempertahankan kebugaran tubuh. Karena itu, minum jamu lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan, bukan sebagai satu-satunya cara untuk membuat tubuh tetap bugar.
-
Mengandung Senyawa Antioksidan
Beberapa bahan yang umum digunakan dalam jamu juga memiliki kandungan senyawa yang bersifat antioksidan. Salah satunya adalah kunyit yang mengandung kurkuminoid, termasuk kurkumin, serta minyak atsiri.
Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Kawal OMC Jabodetabek, Tekankan Anggaran Tepat Sasaran
Kurkuminoid pada kunyit memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian mengenai minuman kunyit asam yang dirangkum Perpustakaan Kementerian Kesehatan juga menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada minuman tersebut.
Antioksidan sendiri berperan dalam membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Karena itu, kandungan rempah dalam jamu menjadi salah satu alasan minuman tradisional ini masih menarik untuk dikonsumsi.
-
Membantu Mengurangi Rasa Mual
Jamu dengan bahan dasar rimpang seperti jahe dan kunyit juga sering dikonsumsi ketika tubuh terasa kurang nyaman, termasuk saat mengalami rasa mual. Jahe sendiri sudah cukup lama digunakan dalam berbagai ramuan tradisional.
Selain jahe, kunyit juga secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu mengatasi keluhan pada saluran pencernaan. Kunyit smerupakan salah satu bahan herbal yang secara tradisional digunakan untuk berbagai gangguan pencernaan, termasuk rasa tidak nyaman pada perut.
Meski begitu, konsumsi jamu sebaiknya tidak dijadikan pengganti pengobatan ketika rasa mual berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain. Jenis jamu dan takaran yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan.
-
Membantu Meredakan Peradangan dan Rasa Pegal
Kunyit menjadi salah satu bahan yang cukup sering ditemukan dalam berbagai jenis jamu. Warna kuning khas pada kunyit berasal dari kandungan kurkuminoid, termasuk kurkumin yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas anti-inflamasi. Kunyit juga secara tradisional digunakan dalam berbagai ramuan untuk membantu mengatasi rasa nyeri dan keluhan akibat peradangan.
Hal tersebut membuat jamu berbahan kunyit cukup populer, termasuk kunyit asam yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, efek yang dirasakan setiap orang dapat berbeda dan tidak berarti jamu dapat menggantikan obat atau terapi medis.
Baca Juga: Ayam Kocak Meruya Viral di Media Sosial, Ayam Crispy Dibaluri dengan Saus Pedas
-
Mendukung Kesehatan Pencernaan
Manfaat lain yang membuat jamu masih dekat dengan keseharian masyarakat adalah penggunaannya untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan. Beberapa bahan yang sering digunakan dalam jamu, seperti kunyit dan temulawak, secara tradisional memang banyak dimanfaatkan untuk berbagai keluhan yang berhubungan dengan perut.
Kunyit, misalnya, secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman pada perut. Sementara itu, temulawak juga menjadi salah satu bahan yang umum digunakan dalam berbagai ramuan jamu di Indonesia.
Meski dikenal sebagai minuman tradisional, konsumsi jamu tetap perlu dilakukan secara wajar. Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa bahan herbal juga dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kembalinya jamu ke kalangan anak muda menunjukkan bahwa minuman tradisional Indonesia masih bisa mengikuti perkembangan zaman. Kehadirannya di media sosial membuat jamu tidak lagi hanya identik dengan kebiasaan orang tua, tetapi mulai dilihat sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih modern.
Mulai dari beras kencur, kunyit asam, hingga jamu berbahan jahe, pilihan minuman tradisional ini bisa dinikmati sesuai selera. Namun, tetap perhatikan bahan, takaran, serta kondisi tubuh sebelum menjadikannya bagian dari konsumsi sehari-hari.
Editor : Bintang Pradewo