Jumat, 24 Juli 2026
Logo

DPRD DKI Soroti Kasus Anak Putus Sekolah, Gubernur DKI Sebut Sudah Membagi KJP kepada 707.622 Siswa

Selasa, 5 Ags 2025 | 09:39 WIB
Kasus anak putus sekolah di Jakarta masuk dalam pembahasan pada Rapat Paripurna  Ranperda tentang Perubahan APBD DKI Tahun 2025 di gedung DPRD DKI Senin (4/8).
Kasus anak putus sekolah di Jakarta masuk dalam pembahasan pada Rapat Paripurna Ranperda tentang Perubahan APBD DKI Tahun 2025 di gedung DPRD DKI Senin (4/8).

JawaPos.com – Anak putus sekolah masih ditemukan di Jakarta. Hal itu disampaikan Anggota DPRD DKI dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim saat Rapat Paripurna (Rapur) Ranperda tentang Perubahan APBD DKI Tahun 2025, Senin (4/8).


’’Saya baru turun ke dapil, dan mendapatkan laporan ada sepuluh anak yang sekolahnya putus,’’ terangnya. Adapun anak putus sekolah yang dimaksudnya beralamat di beberapa RW di Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Kebanyakan dari anak-anak itu memiliki latar belakang ekonomi lemah dan yatim. ’’Saya sempat diskusi dengan anak yang namanya Zaki. Dia itu salah satu anak yang ayahnya baru meninggal,’’ terangnya.

Anggota Komisi C DPRD DKI itu menyebutkan, dengan kondisi keluarga yang serba kekurangan, Zaki harus putus sekolah karena membantu ibunya berjualan kue keliling untuk membantu perekonomian keluarga. Menurut dia, anak-anak dengan kondisi seperti yang seharusnya mendapatkan perhatian Pemprov DKI. Apalagi, anak-anak itu memiliki KTP DKI.

’’Saya menyayangkan pendataan yang dilakukan oleh Pemprov DKI, ternyata banyak yang tidak tepat sasaran. Masih banyak anak-anak yang belum dapat subsidi untuk bisa sekolah,’’ imbuhnya.

Terkait interupsi itu, Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, alokasi anggaran APBD DKI untuk pendidikan DKI sudah cukup besar. Bahkan, dari laporan yang diterimanya, hampir semua warga yang tidak mampu sudah masuk dalam daftar KJP Plus. Dengan adanya informasi anak putus sekolah melalui interupsi rapat paripurna itu, Pemprov DKI akan mendalaminya.

’’Kami sudah membagi KJP kepada 707.622 siswa. Bahkan, Ijazah juga kami putihkan. Tapi, kalau tetap ada yang putus sekolah, apakah itu putus karena memang tidak mau sekolah atau tidak mampu biayanya, akan kami selesaikan,’’ katanya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, kolaborasi antardaerah sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan. Khususnya, Jakarta dengan

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Kondosi Lalu lintas Jakarta sangat padat. Terlebih, pasca hujan ataupun banjir. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemprov DKI terus mening

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Gubernur DKI Pramono Anung memastikan seluruh warga yang terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan gratis. Kebijakan tersebut berlaku d

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia