Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Bangun Jembatan Angkat di Permukiman Padat, Ini Kata Gubernur DKI Pramono Anung!

Rabu, 20 Ags 2025 | 21:31 WIB

 

Anak-anak mencoba menyeberang menggunakan jembatan angkat di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.
Anak-anak mencoba menyeberang menggunakan jembatan angkat di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.


JawaPos.com– Sungai dan saluran merupakan bagian sistem pengairan di Jakarta. Saat ini, Jakarta memiliki 13 sungai utama dan banyak anak sungai. Tak jarang, sungai memisahkan antara satu kecamatan dengan yang lainnya. Sebagai penghubung, Pemprov DKI membangun jembatan. 

Terbaru, Pemprov DKI membangun Jembatan Gandaria. Jembatan itu merupakan jembatan angkat atau buka tutup pertama yang hadir di permukiman padat warga Jakarta. Sebelumnya, untuk melintas di sana, warga menggunakan jembatan lama konvensional.

''Sebelum pembangunan dimulai, (Dinas SDA Jakarta Selatan) berkonsultasi dulu dengan kami,'' ujar Gubernur DKI Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin (20/8).

Jembatan angkat itu dibangun untuk mempermudah eskavator melintasi sungai yang berada di permukiman padat penduduk untuk pengerukan. Jadi, masalah sedimentasi di sungai bisa segera diatasi. ''Jakarta akan kami buat banyak jembatan-jembatan seperti itu. Itu (Jembatan Gandaria) memang yang pertama,'' terang Pramono.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Rano Karno menuturkan hal senada. Jembatan buka tutup itu dibangun untuk mempermudah pengerukan sungai. ’’Misalnya, kami mau keruk sungai, itu bisa dengan mudah karena jembatannya bisa dibuka,'' kata lelaki yang banyak dikenal lewat perannya sebagai "Bang Doel" tersebut.

Sebagai informasi, Jembatan Gandaria yang dibangun oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan itu memiliki panjang 9 meter dan lebar 1,5 meter. Jembatan itu menghubungkan dua kecamatan, yakni Gandaria 1, RT 07 RW 09, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru dengan Gang Mulia 1, RT 01 RW 05, Kecamatan Kebayoran Lama. Dengan inovasi itu, Pemprov DKI berharap pengerukan sungai dapat berjalan lebih lancar meski di kawasan padat penduduk. Sehingga, lebih bersih dan aman dari risiko banjir.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, kolaborasi antardaerah sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan. Khususnya, Jakarta dengan

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Kondosi Lalu lintas Jakarta sangat padat. Terlebih, pasca hujan ataupun banjir. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemprov DKI terus mening

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Gubernur DKI Pramono Anung memastikan seluruh warga yang terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan gratis. Kebijakan tersebut berlaku d

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia