Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta, Pemprov DKI Batalkan Karnaval karena Aksi Unjuk Rasa

GAMBIR – Aksi unjuk rasa masih terus berlangsung, termasuk di Jakarta. Karena itu, Gubernur DKI Pramono Anung mengajak warga Jakarta untuk ikut menjaga ibu kota.
’’Untuk menjaga Jakarta, tidak cukup hanya Balai Kota, perlu keterlibatan publik,’’ terang Pramono.
Seiring dengan melibatkan publik, politisi PDI Perjuangan itu juga menyatakan dalam waktu dekat akan membahas kondisi Jakarta dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
’’Kami akan mengadakan rapat Forkopimda, dan saya minta untuk tidak diwakilkan. Semuanya harus hadir,’’ tegas Pramono. Selain itu, untuk menjaga keamanan Jakarta, Pramono juga akan melibatkan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) mulai dari kepemudaan hingga keagamaan yang ada di Jakarta.
Saat ditanya kondisi yang cukup mengkhawatirkan berakhir kapan, Pramono tidak bisa memberikan waktu yang pasti. Menurut dia, kondisi itu juga bergantung terhadap setiap pribadi masyarakat.
’’Mengenai ini sampai kapan? tergantung kita sendiri. Apalagi kalau dibandingkan, ini kan bukan hanya di Jakarta. Sekarang hampir menyeluruh di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Saya bertanggung jawab yang di Jakarta,’’ terangnya.
Untuk Jakarta, dia akan terus berkoordinasi dengan Pangdam Jaya dan Polda Metro Jaya. ’’Kami pasti mempunyai rasa tanggung jawab untuk mengembalikan kepercayaan publik tentang kota Jakarta ini. Bagaimana kita mau ngomong tentang kota global kalau ada peristiwa itu kemudian kita tak bisa ngapa-ngapain,’’ imbuhnya. Dirinya, lanjut dia, terus terang, betul-betul berkeinginan untuk menyelesaikan persoalan ini.
Karena itu, dia memutuskan membatalkan acara karnaval ''Jakarta Penuh Warna'' yang harusnya dilaksanakan bersamaan dengan CFD kemarin (31/8). Acara itu awalnya direncanakan untuk memeriahkan HUT RI yang ke-80. Meski acara itu dibatalkan, Pram tetap mengizinkan CFD berlangsung di Jakarta.
Lebih lanjut, Pramono juga memerintahkan jajarannya untuk membersihkan fasilitas umum yang dirusak oknum saat aksi unjuk rasa memanas. Bahkan, untuk semua pasukan pelangi yang ada di Jakarta diperintahkannya untuk tetap bekerja meskipun hari Minggu.
’’Saya minta yang biasanya untuk hari minggu ini kan tidak semua bekerja. Sekarang saya minta minggu ini full bekerja,’’ tambahnya.
Terpisah, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menuturkan, gerakan pembersihan itu dilakukan pasukan pelangi sesuai dengan tugas masing-masing. Misalnya, pasukan biru dari dinas sumber daya air (SDA) turut membersihkan saluran air, sementara pasukan kuning dari dinas bina marga memperbaiki infrastruktur jalan.
’’Kami bangga melihat bagaimana seluruh elemen Pemprov DKI bergerak cepat untuk memulihkan kondisi kota kita tercinta. Ini adalah wujud nyata dari semangat Jaga Jakarta,’’ kata Chico. Dia juga mengajak semua warga untuk menjaga fasilitas publik yang ada. ’’Karena itu adalah milik kita bersama, yang dibangun dari pajak kita, dan untuk kepentingan kita semua. Mari tetap tenang dan terus bergandengan tangan membangun Jakarta yang lebih baik,’’ katanya.







