Pasca Kerusuhan Anarkisme, Pemprov DKI Perbaiki Kerusakan Fasilitas Publik Secara Bertahap

JawaPos.com – Pemprov DKI terus berusaha merampungkan perbaikan fasilitas publik yang dirusak oleh massa unjuk rasa anarkis pada beberapa waktu lalu. Mulai dari CCTV, lampu lalu lintas, halte, hingga transportasi publik. Utamanya, Transportasi Jakarta (TJ) dan MRT Jakarta yang nilai kerusakannya mencapai miliaran.
Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, layanan transportasi publik di Jakarta sudah normal saat ini. Dia menyebutkan, semua halte dan jembatan penyebrangan orang (JPO) yang terdampak sudah diperbaiki. Termasuk, Halte Sentral Senen yang kerusakannya parah karena dibakar oleh oknum massa aksi unjuk rasa.
''Yang ada di Senen, insya Allah besok saya akan meresmikan. Karena itu termasuk yang kerusakan parah,'' terang Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (7/9).
Meski perbaikan-perbaikan sudah dilakukan, Pramono berharap aksi merusak fasilitas publik saat unjuk rasa tidak terjadi lagi di Jakarta. Karena itu, dia akan membuat suatu pengingat bagi masyarakat.
''Saya ingin kerusakan itu tidak terulang kembali. Maka ada satu tempat yang nanti insya allah kami gunakan untuk menjadi pengingat atau memorable bahwa yang seperti itu tidak boleh terjadi kembali,'' katanya. Sayangnya, dia tidak merincikan pengingat yang disebutkannya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT TJ Welfizon Yuza menuturkan, dari enam halte yang mengalami kebakaran, fokus utama mereka adalah layanan publik tetap berjalan normal.
"Yang ringan, sudah mulai beroperasi 1 September secara fungsional, kerusakan sedang itu 3 September. Dan untuk yang kerusakan berat, mungkin kami butuh waktu kurang lebih seminggu," terang Welfizon.
Salah satu halte yang kerusakannya berat yakni Halte Sentral Senen. Untuk halte itu, PT TJ menjadwalkan operasional secara fungsional dilakukan pada Senin (8/9).







