Rabu, 22 Juli 2026
Logo

Produksi Sampah Harian Meningkat Sampai 8.000 Ton, Pemprov DKI Jakarta dan Danantara Akan Bangun Lima PLTSa

Kamis, 16 Okt 2025 | 12:36 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung.
Gubernur DKI Pramono Anung.

JawaPos.com - Pemprov DKI bersama Badan Pengelola (BP) Danantara akan bekerja sama dalam pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Jakarta. Proyek strategis itu dijadwalkan mulai dibangun pada awal November 2025.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, Jakarta sudah berkali-kali duduk dengan Danantara untuk pembahasan PLTSa tersebut. ''Dan sudah disepakati karena memang Jakarta dibandingkan dengan daerah lainnya, pasti infrastrukturnya lebih siap,'' kata Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (15/10).

Selain itu, pengembangan PLTSa lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain karena memang kebutuhan teknologi itu sudah mendesak. Utamanya, dalam melihat produksi sampah harian di Jakarta yang cukup besar.
''Terakhir, sampah harian di Jakarta sekarang ini sudah naik dari 7.700 ton per hari menjadi 8.000 ton,'' terangnya.

Selain itu, kebutuhan teknologi pengolahan sampah itu juga bertujuan untuk mengatasi tumpukan sampah yang ada di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Saat ini, total sampah di sana mencapai 55 juta ton.

''Sehingga, dengan demikian, Jakarta kalau dibangun untuk PLTSa dengan feeder atau inputnya kurang lebih 2.500-3.000 ton sampah, maka kita bisa empat sampai lima PLTSa,'' jelasnya. Setiap unit PLTSa yang akan dibangun tersebut diperkirakan mampu menghasilkan listrik sebesar 35 megawatt. 

Pramono optimistis proyek itu akan menarik minat investor dan operator besar, baik dari Indonesia maupun kelas dunia. ''Para investor, terutama kontraktor-kontraktor, operator-operator besar dunia juga berharap bisa bekerja sama di Jakarta. Lalu, dengan PLN pasti juga akan bisa dikerjasamakan,'' imbuhnya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, Pemprov DKI bisa bekerjasama dengan PLN, dengan harga jual listrik sekitar 20 sen per kWh. ''Maka tidak perlu tipping fee, sehingga dengan demikian persoalan sampah di Jakarta akan segera terselesaikan,'' tambahnya.

Pram juga berharap, proyek strategis itu bisa menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di ibu kota sekaligus mendorong transisi energi terbarukan di Indonesia, khususnya Jakarta. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Jalan Licin dan Berlubang Telan Korban, Pemprov DKI Siapkan Perbaikan Darurat

Jalan Licin dan Berlubang Telan Korban, Pemprov DKI Siapkan Perbaikan Darurat

Curah hujan tinggi yang masih melanda Jakarta berdampak serius pada kondisi jalan. Sejumlah ruas mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi

Cegah Stunting, Pemprov DKI Sasar Remaja Putri Lewat Edukasi Pola Makan B2SA

Cegah Stunting, Pemprov DKI Sasar Remaja Putri Lewat Edukasi Pola Makan B2SA

Dinas KPKP DKI Jakarta menyasar remaja putri dalam sosialisasi B2SA guna meningkatkan pemahaman gizi sejak dini dan mencegah stunting.

Kenaikan Kebutuhan Pangan Jelang Ramadan, Begini Langkah Pemprov DKI

Kenaikan Kebutuhan Pangan Jelang Ramadan, Begini Langkah Pemprov DKI

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI memprediksi kebutuhan pangan saat Ramadan dan Idul Fitri akan meningkat.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia