Gelar Job Fair Penyandang Disabilitas, Permudah Kaum Difabel Mendaatkan Pekerjaan di Jakarta

JawaPos.com – Gubernur DKI Pramono Anung ingin memberikan akses kemudahan kepada penyandang disabilitas di Jakarta. Tidak terkecuali, dalam mencari pekerjaan. Oleh karena itu, Pemprov DKI menyelenggarakan Job Fair khusus penyandang disabilitas untuk pertama kalinya.
Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 itu diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3/11).
’’Tentunya, saya sebagai gubernur Jakarta berharap bahwa semua warga yang ada di Jakarta mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan juga dapat memanfaatkan pertumbuhan yang ada di Jakarta,” terang Pramono.
Sebelum Job Fair khusus disabilitas itu, DKI sudah menjalankan 13 kali job fair. Dari kegiatan itu, sudah ada sekitar 150 pencari kerja disabilitas yang tersalurkan ke pencari kerja. ’’Itu menurut saya sesuatu yang menunjukkan bahwa pemerintah Jakarta serius untuk ini (penyaluran disabilitas pencari kerja),” katanya.
Untuk kegiatan yang dilangsungkan kemarin itu, ada sekitar 21 perusahaan yang dihadirkan. Semua perusahaan itu diharapkannya memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas. Memang, dari 21 perusahaan itu, ada sebanyak 107 lowongan yang disiapkan.
Selain akses kemudahan untuk mencari pekerjaan, Pramono juga menjanjikan agar semua transportasi di Jakarta lebih ramah penyandang disabilitas.
’’Setiap hari Rabu saya selalu mendapatkan kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan teman-teman disabilitas. Saya tanyakan apa yang kurang, apa yang menjadi kebutuhan, apa yang perlu diperbaiki, dan sebagainya,’’ ujarnya.
Keluhan yang paling utama memang tidak semua halte ramah terhadap mereka, termasuk yang menggunakan MRT, tidak semua stasiun MRT itu ramah. Hal-hal itu dijanjikan akan ada perbaikan ke depannya, sehingga semua transportasi publik di Jakarta ramah penyandang disabilitas.
Di lokasi itu, tampak banyak penyandang disabilitas mendatangi 21 perusahaan yang buka booth di sana. Di antaranya, Mahrudin,48 tahun; Anang, 31; dan Masir, 24. Ketiganya, penyandang disabilitas netra dari Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara (PSBNRW) Cahaya Bathin Cawang.
’’Ini masih ngider, mau cari pekerjaan yang sepantasnya untuk netra. Belum ketemu ini,’’ ujar Mahrudin.
Lebih lanjut, dia mengakui, bersama teman-temannya memiliki keterampilan pijat hingga menggunakan komputer bicara. Meski itu pengalaman pertama mengikuti job fair, dia dan teman-temannya berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja yang lebih baik.
’’Kegiatan ini bagus jadi wadah buat kami netra, sehingga ada masa depannya. Cuman harapannya, kami semua bisa dipanggil, jadi gak sia-sia kami ikut kegiatan ini,” ujar Anang, di sebelah Mahrudin.







