Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Waspada Banjir Rob hingga 10 Desember 2025, Ini yang Akan Dilakukan BPBD DKI

Minggu, 7 Des 2025 | 21:15 WIB

 

Banjir rob menggenangi Jalan RE. Martadinata, Jakarta Utara (3/12). Warga diminta mewaspadai kondisi banjir rob yang masih berpotensi terjadi sampai pekan depan.
Banjir rob menggenangi Jalan RE. Martadinata, Jakarta Utara (3/12). Warga diminta mewaspadai kondisi banjir rob yang masih berpotensi terjadi sampai pekan depan.


JawaPos.com – Curah hujan dan permukaan air laut yang tinggi pada Sabtu (6/12), menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta banjir. Namun, pada Minggu (7/12), beberapa wilayah yang banjir mulai surut.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menuturkan, banjir rob yang melanda beberapa wilayah Jakarta itu disebabkan oleh fenomena pasang maksimum akibat fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon). Sehingga, memicu meningkatnya tinggi muka air laut dan banjir pesisir (rob) di sejumlah titik.

’’Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. BMKG sudah menyampaikan untuk waspada peringatan dini banjir pesisir mulai 1-10 Desember 2025,’’ ujarnya. Untuk itu, dia mengimbau warga di pesisir agar selalu waspada.

Meski sebagian wilayah banjir sudah mengalami surut, BPBD masih mencatat satu ruas jalan yang tergenang akibat rob. ''Genangan setinggi 10 sentimeter masih terjadi di Jalan RE Martadinata, depan JIS, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok,'' terangnya.

Jajaran Pemprov DKI disebutkannya tengah masih terus melakukan penanganan di sana. Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung mengimbau kepada jajarannya untuk mengantisipasi banjir disebabkan curah hujan tinggi maupun kenaikan permukaan air laut. 

''Ketika ada potensi curah hujan lebih dari 200 mm, saya minta untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,'' terangnya.

Namun, dia tidak merincikan berapa kalu operasi modifikasi cuaca (OMC) yang akan dilakukan Pemprov DKI, karena harus berkoordinasi dengan BMKG dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Begitu juga terkait alokasi anggaran OMC tersebut, Pramono tidak merincikannya. Dia hanya menyebutkan alokasi anggaran disiapkan melalui BPBD DKI.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Gubernur DKI Pramono Anung Ajak Banten Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah

Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, kolaborasi antardaerah sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan. Khususnya, Jakarta dengan

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Pemprov DKI Perluas Layanan Transjabodetabek, Pramono Sebut Bisa Kurangi Kemacetan Lalu Lintas

Kondosi Lalu lintas Jakarta sangat padat. Terlebih, pasca hujan ataupun banjir. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemprov DKI terus mening

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan Warga Tertampak Banjir

Gubernur DKI Pramono Anung memastikan seluruh warga yang terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan gratis. Kebijakan tersebut berlaku d

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia