Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Banjir Rob hingga 10 Desember 2025, Ini yang Akan Dilakukan BPBD DKI

M
Penulis: Masria Pane❯

 

Banjir rob menggenangi Jalan RE. Martadinata, Jakarta Utara (3/12). Warga diminta mewaspadai kondisi banjir rob yang masih berpotensi terjadi sampai pekan depan.
Banjir rob menggenangi Jalan RE. Martadinata, Jakarta Utara (3/12). Warga diminta mewaspadai kondisi banjir rob yang masih berpotensi terjadi sampai pekan depan.


Advertisement

JawaPos.com – Curah hujan dan permukaan air laut yang tinggi pada Sabtu (6/12), menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta banjir. Namun, pada Minggu (7/12), beberapa wilayah yang banjir mulai surut.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menuturkan, banjir rob yang melanda beberapa wilayah Jakarta itu disebabkan oleh fenomena pasang maksimum akibat fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon). Sehingga, memicu meningkatnya tinggi muka air laut dan banjir pesisir (rob) di sejumlah titik.

’’Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. BMKG sudah menyampaikan untuk waspada peringatan dini banjir pesisir mulai 1-10 Desember 2025,’’ ujarnya. Untuk itu, dia mengimbau warga di pesisir agar selalu waspada.

Advertisement

Meski sebagian wilayah banjir sudah mengalami surut, BPBD masih mencatat satu ruas jalan yang tergenang akibat rob. ''Genangan setinggi 10 sentimeter masih terjadi di Jalan RE Martadinata, depan JIS, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok,'' terangnya.

Jajaran Pemprov DKI disebutkannya tengah masih terus melakukan penanganan di sana. Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung mengimbau kepada jajarannya untuk mengantisipasi banjir disebabkan curah hujan tinggi maupun kenaikan permukaan air laut. 

''Ketika ada potensi curah hujan lebih dari 200 mm, saya minta untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,'' terangnya.

Advertisement

Namun, dia tidak merincikan berapa kalu operasi modifikasi cuaca (OMC) yang akan dilakukan Pemprov DKI, karena harus berkoordinasi dengan BMKG dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Begitu juga terkait alokasi anggaran OMC tersebut, Pramono tidak merincikannya. Dia hanya menyebutkan alokasi anggaran disiapkan melalui BPBD DKI.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer