Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketua DPRD Bandung Dorong THR untuk PPPK Paruh Waktu

A
Penulis: ARM❯
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengaku telah mendapatkan informasi mengenai belum adanya kepastian THR bagi PPPK Paruh Waktu. (Humas DPRD Kota Bandung)Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengaku telah mendapatkan informasi mengenai belum adanya kepastian THR bagi PPPK Paruh Waktu. (Humas DPRD Kota Bandung)

Advertisement

JawaPos.com – Para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kota Bandung hingga kini masih belum mendapat kepastian terkait pemberian tunjangan hari raya (THR). Pemerintah Kota Bandung disebut masih melakukan kajian mengenai kemungkinan pemberian THR bagi para pegawai tersebut.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengaku telah mendapatkan informasi mengenai belum adanya kepastian THR bagi PPPK Paruh Waktu. Ia pun mendorong Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, agar segera mengambil langkah yang tepat sesuai dengan aturan yang berlaku.

 Asep menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja PPPK Paruh Waktu yang selama ini telah membantu jalannya pelayanan pemerintahan di Kota Bandung.
“Saya sangat menghargai kinerja PPPK Paruh Waktu dalam memberikan pelayanan dan membantu kinerja Pemerintah Kota Bandung,” ujar Asep, Selasa (10/3).

Menurutnya, pemberian THR kepada para pekerja, termasuk PPPK Paruh Waktu, berpotensi meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dana tersebut umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Hari Raya.

Ia menilai kondisi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di tingkat regional, khususnya di Kota Bandung.
“Dengan adanya THR bagi PPPK Paruh Waktu, saya meyakini hal ini dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat di tengah kondisi saat ini,” katanya.

Advertisement

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kota Bandung masih dalam tahap pengkajian dan belum dapat dipastikan.

Farhan menjelaskan, secara regulasi, THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri telah memiliki dasar hukum yang jelas. Namun, untuk PPPK paruh waktu, aturan tersebut belum secara tegas mengatur pemberian THR sehingga diperlukan kebijakan khusus.

“Kalau THR untuk ASN, TNI, dan Polri sudah pasti ada. Tetapi khusus untuk PPPK paruh waktu, saya mohon maaf, belum bisa menjanjikan. Secara aturan memang belum ada, jadi ini tinggal kebijakan,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebelum mengambil keputusan, Pemkot Bandung akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Saat ini, jumlah PPPK paruh waktu di Kota Bandung mendekati 8.000 orang. Sementara secara keseluruhan, total ASN di lingkungan Pemkot Bandung telah melampaui 20.000 pegawai, termasuk PPPK penuh waktu.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan podcast kami?
WhatsApp
Jawa Pos MetropolitanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Spotify
Kami Haus GOL KamuBuka Spotify

Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!


Artikel Terkait

Belanja Pegawai Bandung Sudah 29 Persen, DPRD Dorong Produktivitas dan Dongkrak PAD

Belanja Pegawai Bandung Sudah 29 Persen, DPRD Dorong Produktivitas dan Dongkrak PAD

Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen mulai direspons daerah. Di Kota Bandung, porsi belanja pegawai saat ini tercatat sebesar 29 persen.

Waspadai Cuaca Ekstrem, DPRD Minta Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame

Waspadai Cuaca Ekstrem, DPRD Minta Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, meminta Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait potensi bahaya dari pohon dan tiang reklame.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer