Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Belanja Pegawai Bandung Sudah 29 Persen, DPRD Dorong Produktivitas dan Dongkrak PAD

Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB
Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen mulai direspons Pemerintah Kota Bandung. (Istimewa)
Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen mulai direspons Pemerintah Kota Bandung. (Istimewa)

JawaPos.com – Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen mulai direspons daerah. Di Kota Bandung, porsi belanja pegawai saat ini tercatat sebesar 29 persen.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menilai angka tersebut masih dalam koridor aturan. Namun, ia menekankan pentingnya efisiensi dan peningkatan produktivitas agar struktur anggaran tetap sehat.

“Saya yakin dengan upaya-upaya efisiensi yang dilakukan sekarang. Yang paling penting itu peningkatan produktivitas, supaya dari sisi biaya tetap sesuai arahan pemerintah,” ujarnya.

Meski demikian, Asep mengakui masih ada sejumlah kebutuhan pegawai yang belum terpenuhi. Di sektor pendidikan misalnya, kekurangan tenaga guru masih terjadi. Hal serupa juga ditemukan di beberapa instansi lainnya.

“Kita dapat laporan, guru masih kurang. Di instansi juga masih ada kekurangan. Ini harus diputar otak bersama pemerintah, supaya tetap mengikuti undang-undang, tapi kebutuhan mendesak juga bisa terpenuhi,” katanya.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan pegawai tetap harus dilakukan secara selektif tanpa melanggar batas belanja pegawai yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, DPRD juga mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu sektor yang dinilai potensial adalah pariwisata.

Menurut Asep, tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Bandung harus dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran wisatawan akan berdampak langsung pada sektor perhotelan, restoran, hingga usaha lainnya.

“Wisata Bandung itu besar sekali potensinya. Ketika wisatawan datang, hotel pasti terisi, restoran juga bergerak. Ini yang harus dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan PAD tidak boleh membebani masyarakat. Sebaliknya, perputaran ekonomi dari kunjungan wisatawan diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Waspadai Cuaca Ekstrem, DPRD Minta Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame

Waspadai Cuaca Ekstrem, DPRD Minta Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, meminta Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait potensi bahaya dari pohon dan tiang reklame.

BRT Disorot, DPRD Minta Kualitas Bintang Lima

BRT Disorot, DPRD Minta Kualitas Bintang Lima

Proyek Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung kembali menjadi sorotan. DPRD Kota Bandung mendesak pemerintah pusat dan daerah duduk bersama agar pembangunan transportasi massal tersebut tidak asal jadi.

Kesenjangan Disorot, Kinerja ASN Kota Bandung Diminta Lebih Optimal

Kesenjangan Disorot, Kinerja ASN Kota Bandung Diminta Lebih Optimal

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menilai kondisi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme dan kinerja ASN dalam melayani masyarakat.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia