Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Waspadai Cuaca Ekstrem, DPRD Minta Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:00 WIB
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung mendapat perhatian dari DPRD. (Istimewa)
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung mendapat perhatian dari DPRD. (Istimewa)

JawaPos.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung mendapat perhatian dari DPRD. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, meminta Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait potensi bahaya dari pohon dan tiang reklame.

Rieke menilai, pengecekan terhadap kekokohan pohon dan tiang reklame perlu dilakukan secara menyeluruh. Pasalnya, sejumlah pohon di Kota Bandung dinilai sudah mulai keropos dan rawan tumbang saat terjadi angin kencang.

“Pohon-pohon itu harus benar-benar diperiksa, karena ada yang sudah keropos. Dahan-dahannya juga perlu dicek supaya tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung rencana pendataan pohon melalui program “KTP pohon” yang hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, program tersebut penting untuk memetakan kondisi pohon di Kota Bandung.

“Dulu sempat ada rencana KTP pohon, tapi sampai sekarang belum jadi. Padahal itu penting untuk mengetahui kondisi dan usia pohon,” katanya.

Di sisi lain, Rieke mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, terutama ketika suhu udara mencapai lebih dari 34 derajat Celsius.

“Kalau memang cuaca panas sekali, sebaiknya aktivitas dikurangi. Kita juga harus mengukur kemampuan tubuh dalam beradaptasi dengan kondisi cuaca,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Kota Bandung juga masih memiliki potensi bencana, seperti banjir saat hujan deras. Meski beberapa titik diklaim sudah mengalami perbaikan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Namun demikian, Rieke menilai persoalan sampah justru menjadi hal yang lebih mengkhawatirkan ke depan, terutama menjelang musim kemarau.

“Yang saya khawatirkan justru sampah. Ini harus segera diolah atau ditangani dengan serius, karena bisa menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Belanja Pegawai Bandung Sudah 29 Persen, DPRD Dorong Produktivitas dan Dongkrak PAD

Belanja Pegawai Bandung Sudah 29 Persen, DPRD Dorong Produktivitas dan Dongkrak PAD

Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen mulai direspons daerah. Di Kota Bandung, porsi belanja pegawai saat ini tercatat sebesar 29 persen.

Kesenjangan Disorot, Kinerja ASN Kota Bandung Diminta Lebih Optimal

Kesenjangan Disorot, Kinerja ASN Kota Bandung Diminta Lebih Optimal

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menilai kondisi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme dan kinerja ASN dalam melayani masyarakat.

Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Bandung Zoo

Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Bandung Zoo

Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menegaskan, peristiwa matinya dua anak harimau Benggala dilaporkan akibat virus tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia