JawaPos.com - Pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol sedang berlangsung saat ini. Pasca peletakan batu pertama (grounbreaking) dilakukan Gubernur DKI Pramono Anung pada 25 Januari lalu, JPO itu ditargetkan rampung pada Mei 2026.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menuturkan, kehadiran JPO itu akan menjadi langkah strategis dalam transformasi Jakarta menuju kota global. Yakni, dengan menempatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki sebagai prioritas utama.
Selain itu, JPO itu juga dirancang dengan mengadopsi visual stadion secara utuh, namun tetap memasukkan kearifan lokal. Fasadnya terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan, ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan.
Pendekatan itu bertujuan memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern namun berakar pada nilai lokal.
‘’Desain JPO JIS–Ancol itu menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,’’ ujar Iwan.
Pada malam hari, JPO akan dilengkapi sistem pencahayaan yang terintegrasi dengan skema lampu stadion. Lanskap visual baru itu digadang-gadang menjadi ikon kawasan utara Jakarta. Sebagai BUMD yang mendapat penugasan strategis pembangunan kota, Jakpro memastikan proyek ini dirancang sesuai standar konektivitas kota global.
Prinsip integrasi antarmoda, walkability, keselamatan, kenyamanan, serta aksesibilitas universal menjadi landasan utama. Konsep tersebut juga memperkuat konektivitas last mile di kawasan strategis Jakarta Utara.
Secara fungsional, JPO juga berperan penting dalam mengelola arus besar pengunjung JIS. Sebagai stadion multipurpose yang kerap menjadi lokasi konser internasional dan ajang olahraga bergengsi, kebutuhan akses aman dan efisien menuju kantong parkir maupun destinasi wisata menjadi krusial.
Kehadiran JPO JIS–Ancol diharapkan menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat citra kawasan sebagai pusat olahraga dan hiburan terpadu berstandar internasional.
Konektivitas kawasan juga ditopang integrasi transportasi publik, mulai dari KRL, Transjakarta, hingga dukungan area parkir di Ancol. “Dengan konektivitas terintegrasi, pengunjung lokal maupun mancanegara dapat menikmati seamless experience saat menghadiri acara berskala besar di Jakarta,” tambah Iwan.
Memiliki panjang 466 meter, JPO JIS–Ancol ditargetkan menjadi ikon baru Jakarta Utara. Lebih dari sekadar infrastruktur, proyek ini merepresentasikan komitmen Jakarta melalui Jakpro dalam membangun kota yang terhubung, inklusif, dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, pembangunan JPO itu merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kawasan Ancol dan sekitarnya sebagai ikon baru Jakarta, sekaligus mendukung optimalisasi kawasan JIS. Dia menegaskan, proyek ini diharapkan dapat mengubah wajah Jakarta Utara menjadi kawasan yang lebih terintegrasi dan memiliki daya saing tinggi.
“Saya meyakini ini akan mengubah wajah Jakarta, khususnya di wilayah utara. Dengan rampungnya JPO ini pada Mei mendatang, serta beroperasinya Stasiun KRL Ancol pada April, akses masyarakat menuju JIS dan Ancol akan jauh lebih mudah,” ujar Pramono.
Pramono juga mendorong pengelola BUMD untuk meningkatkan aktivitas di kawasan JIS dan Ancol. Dia secara khusus meminta pengelola JIS untuk mengejar penyelenggaraan konser kelas dunia pada tahun ini. “JPO ini akan menjadi ikon dan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi kawasan Ancol dan JIS, tetapi juga bagi kemajuan Jakarta secara keseluruhan,” katanya.
Editor : Bintang Pradewo