Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

7 Hidangan Gurih Asli Jakarta yang Siap Menjadi Pilihan Menu Buka Puasa

Muhammad Irfan Hidayat • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:31 WIB

Makanan yang cocok saat berbuka puasa dengan cita rasa khas betawi yaitu Soto Betawi. (Sosial media X)
Makanan yang cocok saat berbuka puasa dengan cita rasa khas betawi yaitu Soto Betawi. (Sosial media X)

JawaPos.com - Berbuka puasa memang kerap identik dengan hidangan manis seperti kolak, es buah, atau kurma. Namun setelah seharian menahan lapar dan dahaga, banyak orang justru mencari makanan gurih yang lebih mengenyangkan untuk benar-benar mengisi energi. Cita rasa asin, rempah yang kuat, serta tekstur yang kaya sering kali terasa lebih memuaskan saat disantap di waktu berbuka.

Di tengah beragam pilihan menu berbuka, kuliner khas Jakarta khususnya hidangan tradisional Betawi bisa menjadi alternatif yang menarik. Tak hanya kaya sejarah, makanan asli ibu kota juga dikenal dengan racikan bumbu yang khas dan cita rasa yang berani.

Selain lezat, makanan khas Betawi juga cocok disantap bersama keluarga. Porsi yang cenderung banyak membuatnya pas sebagai menu utama setelah takjil ringan. Tak heran jika sejumlah hidangan legendaris Jakarta masih bertahan hingga kini dan selalu dicari, terutama saat bulan ramadhan tiba.

Bagi Anda yang ingin menghadirkan suasana berbuka dengan sentuhan tradisional dan rasa gurih yang dominan, rekomendasi berikut patut dicoba. Tujuh hidangan gurih asli Jakarta yang siap menjadi pilihan menu buka puasa yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan kekayaan cita rasa khas ibu kota.

1. Soto Betawi

Soto betawi adalah salah satu hidangan asli Jakarta yang terkenal dengan kuahnya yang kental dan gurih. Berbeda dari soto daerah lain yang berkuah bening, soto betawi memadukan santan dan susu sehingga menghasilkan tekstur creamy dengan rasa yang lebih kaya. Warna kuahnya putih kekuningan, berpadu dengan aroma rempah seperti serai, daun jeruk, dan pala yang begitu menggoda. Sekilas saja disajikan, hidangan ini sudah mampu membangkitkan selera makan.

Isian soto betawi biasanya terdiri dari potongan daging sapi yang empuk, serta tambahan jeroan seperti babat atau paru dan juga tambahan pelengkap dengan taburan bawang goreng, emping, acar, dan sambal yang menambah kenikmatan. Perpaduan gurih, sedikit manis dari santan, serta sentuhan pedas menciptakan perpaduan yang pas di lidah. Tak heran jika soto betawi kerap menjadi pilihan menu berbuka puasa yang mengenyangkan sekaligus memuaskan.

2. Gabus pucung

selanjutnya ada gabus pucung. Gabus pucung merupakan salah satu hidangan khas Betawi yang terkenal dengan kuahnya yang berwarna hitam pekat. Warna gelap tersebut berasal dari pucung atau kluwek, bahan yang juga digunakan dalam rawon, sehingga menghasilkan cita rasa gurih yang khas. Ikan gabus yang menjadi bahan utama dimasak hingga empuk tanpa menghilangkan tekstur aslinya. Aroma rempah yang kuat membuat hidangan ini begitu menggoda ketika disajikan.

Kuah gabus pucung memiliki rasa yang kaya, perpaduan antara gurih, sedikit pahit khas kluwek, serta bumbu rempah yang meresap sempurna. Biasanya, sajian ini dilengkapi dengan nasi putih hangat, sambal, dan lalapan sederhana yang menyeimbangkan rasanya. Meski tampilannya sederhana, kekuatan rasa pada hidangan ini membuatnya istimewa dan berbeda dari olahan ikan lainnya. Tak heran jika gabus pucung kerap menjadi pilihan menu utama bagi pecinta kuliner tradisional Betawi, termasuk saat berbuka puasa.

3. Laksa Betawi

Baca Juga: DAMRI Resmi Layani Rute Jakarta–Denpasar, Perjalanan Darat Kini Lebih Praktis

Laksa Betawi merupakan salah satu hidangan khas ibu kota yang menawarkan perpaduan rasa gurih dan rempah yang kuat. Hidangan ini menggunakan bihun sebagai bahan utama, disiram kuah santan kental berwarna kekuningan yang kaya bumbu seperti kunyit, lengkuas, dan serai. Biasanya, laksa Betawi disajikan dengan potongan ayam, telur rebus, serta taburan daun kemangi yang menambah aroma segar. Teksturnya yang lembut dengan kuah creamy membuatnya terasa mengenyangkan dan cocok sebagai menu berbuka puasa.

Berbeda dengan laksa Bogor yang cenderung lebih encer dan memiliki sentuhan oncom dalam kuahnya, laksa Betawi terasa lebih kental dan dominan santan. laksa Bogor juga umumnya menggunakan ketupat sebagai pengganti bihun, sehingga teksturnya lebih padat. Dari segi rasa, laksa Betawi menonjolkan gurih yang lembut dan kaya rempah, sementara laksa Bogor memiliki karakter rasa yang sedikit lebih tajam dan unik berkat campuran oncom.

4. Asinan Betawi

Hidangan khas Jakarta selanjutnya ada asinan Betawi, hidangan yang menawarkan sensasi segar dengan perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan gurih dalam satu sajian. Hidangan ini biasanya terdiri dari aneka sayuran seperti kol, tauge, selada, dan mentimun yang disiram kuah kacang bercampur cuka. Potongan tahu dan taburan kacang tanah goreng turut melengkapi isinya, menciptakan tekstur yang beragam dalam setiap suapan. Kerupuk kuning yang renyah menjadi pelengkap wajib yang menambah kenikmatan saat disantap.

Cita rasa asinan Betawi begitu khas karena kuahnya tidak hanya pedas, tetapi juga memiliki rasa asam yang menyegarkan. Perpaduan bumbu kacang yang kental dengan cuka menghadirkan rasa yang kuat namun tetap seimbang. Hidangan ini cocok disantap sebagai pembuka sebelum menu utama, terutama saat berbuka puasa karena mampu membangkitkan selera makan. Kesegarannya menjadikan asinan Betawi pilihan tepat bagi pecinta kuliner tradisional dengan rasa yang berani dan menggugah selera.

Selanjutnya, ada nasi ulam yang tak kalah populer sebagai kuliner khas Betawi. Berbeda dari hidangan berkuah seperti laksa, nasi ulam mengandalkan kekuatan aroma rempah dan taburan kelapa sangrai berbumbu yang gurih. Nasi putih pulen dipadukan dengan serundeng, daun kemangi, serta bawang goreng yang menghadirkan wangi khas dan cita rasa yang kaya. Meski tampil sederhana, perpaduan tekstur lembut dan renyah dalam satu piring membuatnya begitu menggugah selera.

Biasanya, nasi ulam dilengkapi dengan aneka lauk seperti ayam goreng, semur daging, telur dadar, hingga sambal yang pedas. Kombinasi nasi berbumbu dan lauk pendamping membuat hidangan ini terasa lengkap dan mengenyangkan. Rasa gurih yang dominan dengan sentuhan rempah khas Betawi menjadikannya cocok sebagai menu berbuka puasa.

6. Nasi uduk

Sama sama berbahan dasar nasi, nasi uduk juga menjadi sajian khas Betawi yang tak pernah kehilangan penggemar. Jika nasi ulam mengandalkan taburan serundeng dan rempah, nasi uduk justru menonjolkan aroma santan yang dimasak bersama beras, daun salam, serai, dan kayu manis. Hasilnya adalah nasi yang pulen, harum, dan memiliki rasa gurih lembut sejak suapan pertama. Aromanya yang khas bahkan sudah menggugah selera sebelum disantap.

Biasanya, nasi uduk disajikan dengan beragam lauk seperti ayam goreng, tempe orek, telur balado, hingga sambal kacang yang kaya rasa. Taburan bawang goreng dan kerupuk semakin melengkapi tekstur serta cita rasanya. Kombinasi nasi gurih dengan lauk yang variatif membuat hidangan ini terasa sederhana namun memuaskan. Sebagai menu berbuka puasa, nasi uduk menjadi pilihan tepat karena mengenyangkan sekaligus menghadirkan cita rasa tradisional yang akrab di lidah.

7. Semur jengkol

Terakhir, ada semur jengkol yang kerap disebut sebagai salah satu hidangan Betawi paling fenomenal. Terlepas dari aromanya yang khas dan sering memicu pro kontra, semur jengkol justru memiliki penggemar setia karena cita rasanya yang kuat dan menggugah selera. Jengkol dimasak hingga empuk lalu direndam dalam kuah semur berwarna coklat pekat yang kaya rempah seperti ketumbar, pala, dan kecap manis. Perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas menciptakan sensasi yang begitu khas di lidah.

Tekstur jengkol yang lembut dengan bumbu yang meresap sempurna menjadi daya tarik utamanya. Biasanya, semur jengkol disantap bersama nasi putih hangat dan sambal untuk menambah kenikmatan. Meski terkesan sederhana, hidangan ini memiliki karakter rasa yang berani dan sulit dilupakan. Tak heran jika semur jengkol selalu masuk dalam daftar kuliner legendaris Betawi dan kerap menjadi menu favorit saat berbuka puasa.

 

Deretan hidangan khas Betawi tersebut membuktikan bahwa menu berbuka puasa tak selalu identik dengan rasa manis. Dari kuah kental hingga olahan nasi dan semur berbumbu pekat, setiap hidangan menghadirkan cita rasa gurih yang kaya rempah dan mengenyangkan. Keberagaman ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Jakarta tak hanya ramai sebagai ibu kota, tetapi juga kaya akan warisan kuliner tradisional.

Editor : Bintang Pradewo
#Hidangan Gurih #menu buka puasa #hidangan asli jakarta