Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Soroti Penataan Aset, Juniar Ridwan Usul Pembentukan Pokja Antar-OPD

Kamis, 26 Mar 2026 | 11:16 WIB
Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Juniar Ridwan. (Dok. DPRD Kota Bandung)
Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Juniar Ridwan. (Dok. DPRD Kota Bandung)

 

JawaPos.com - Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Juniar Ridwan menyoroti pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (PNS) terutama dalam penanganan perizinan dan penataan aset daerah. Dia menilai sinergi dan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci agar berbagai persoalan administratif bisa diselesaikan lebih cepat.

Menurut Juniar, hingga saat ini masih terdapat sejumlah aset pemerintah yang diklaim oleh pihak ahli waris. Kondisi tersebut terjadi karena persoalan administrasi yang belum tertib, termasuk perbedaan penanganan dari generasi pengelola sebelumnya.

“Masih ada beberapa aset yang diklaim oleh ahli waris. Ini karena persoalan administrasi yang harus lebih tertib, apalagi penanganannya dilakukan oleh generasi yang berbeda,” ujarnya.

Juniar menilai proses penataan aset daerah dari tahun ke tahun masih berjalan lambat. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih terstruktur antar-OPD agar persoalan aset dapat segera dituntaskan.

Juniarso mengusulkan pembentukan kelompok kerja (Pokja) khusus yang melibatkan berbagai OPD terkait. Pokja tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat proses penataan aset yang hingga kini sebagian masih belum tercatat secara lengkap.

“Perlu ada Pokja agar koordinasi antar-OPD lebih kuat, karena masih ada aset yang belum jelas statusnya. Progresnya dari tahun ke tahun masih cukup lama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi dan penelusuran histori aset. Hal tersebut untuk memastikan mekanisme perolehan aset, apakah melalui proses tukar guling, jual beli, atau mekanisme lainnya.

“Mekanismenya harus jelas, apakah melalui tukar guling atau jual beli. Dari sisi histori administrasinya juga harus lengkap,” tambahnya.

Meski koordinasi antarinstansi dinilai sudah berjalan cukup baik, Juniar mengingatkan agar penanganan aset dilakukan secara hati-hati. Pasalnya, persoalan aset sangat berkaitan dengan aspek hukum.

Editor : Ilham Safutra
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Bandung Zoo

Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Bandung Zoo

Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menegaskan, peristiwa matinya dua anak harimau Benggala dilaporkan akibat virus tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.

Pendatang Diminta Tak Datang Tanpa Rencana, DPRD Soroti Ketatnya Persaingan di Bandung

Pendatang Diminta Tak Datang Tanpa Rencana, DPRD Soroti Ketatnya Persaingan di Bandung

Kota Bandung diprediksi diserbu pendatang baru. DPRD Kota Bandung mengimbau para perantau tidak datang tanpa rencana, di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

HIPMI Dinilai Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Masyarakat

HIPMI Dinilai Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menegaskan peran pengusaha tidak hanya menciptakan peluang usaha, tetapi juga membawa masyarakat menuju kemandirian ekonomi.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia