Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Hanya 30 Persen Lulusan SDN di Depok yang Mampu Membaca Alquran, Supian Suri Langsung Luncurkan Program Pemberantasan Buta Huruf Alquran

Febry Ferdian • Selasa, 16 September 2025 | 08:58 WIB
Wali Kota Depok Supian Suri diwawancarai setelah meresmikan program pemberantasan buta huruf Alquran di kawasan Abadijaya, Kota Depok, Senin (15/9).
Wali Kota Depok Supian Suri diwawancarai setelah meresmikan program pemberantasan buta huruf Alquran di kawasan Abadijaya, Kota Depok, Senin (15/9).

JawaPos.com – Wali Kota Depok Supian Suri mengungkapkan data hanya sekitar 30 persen lulusan SD negeri di Depok yang mampu membaca Alquran. Data itu diperoleh dari hasil survei Kementerian Agama dan menjadi landasan diluncurkannya program pemberantasan buta huruf Alquran di Kota Depok.

’’Ya tadi saya sudah sampaikan bahwa secara makro atau mungkin hasil survei yang dilakukan oleh teman-teman dari Kementerian Agama, bahwa mereka meyakini 32 ribu rata-rata lulusan anak-anak SD kita yang lulus setiap tahun SD negeri itu yang bisa baca Qur'an khususnya yang muslim sekali lagi ini hanya sekitar 30 persen,’’ ujar Supian saat peluncuran program tersebut di Yayasan Madinatul Qur’an Kelurahan Abadijaya, Senin (15/9).

Supian menilai kondisi tersebut sebagai pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Karena itu, program penetasan buta huruf Alquran dilakukan pihaknya. “Kita berharap ada lulusan anak-anak SD kita semuanya bisa baca Qur'an. Saya belum pada target mereka hafal berapa, nggak sampai situ, mereka bisa baca Qur'an saja,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkot Depok menggandeng Yayasan Madinatul Qur’an serta meresmikan Rumah Al-Qur’an Sanabil untuk mendukung program ini. “Makanya kita bekerjasama dengan berbagai pihak, saya membangun komunikasi dengan berbagai pihak dan Alhamdulillah yang lebih awal menyodorkan proposal untuk membangun kerjasama dari Madinatul Quran,” kata Supian.

Program percontohan dilakukan di tujuh sekolah dasar di Kelurahan Abadijaya, sebelum nantinya diperluas ke 206 SD negeri di seluruh Kota Depok. “Nanti mekanisme modulnya sudah disiapkan, nanti kita tinggal evaluasi dari sekian anak-anak kita dan berapa persen insya Allah yang sebelumnya belum bisa baca atau yang sebelumnya masih terbata-bata menjadi yang bisa bacalah, itu ikhtiar kita,” ungkapnya.

Supian menargetkan 100 persen siswa di tujuh sekolah tersebut bisa membaca Alquran dalam tiga bulan pertama. “Target awal ya harus 100 persen karena nggak boleh ada presentasi yang nggak bisa baca Qur'an, khususnya di 7 sekolah ini, dalam 3 bulan kita lihat,” ujarnya.

Selain fokus pada siswa, program ini juga melibatkan guru yang diberdayakan untuk mengajar Al-quran. “Ini bukan hanya fokus pada anak-anak, tetapi kita punya potensi-potensi guru-guru yang mungkin nanti bisa dilatih di sini. Sehingga nanti untuk pembelajaran tidak harus merekrut guru-guru dari luar, cukup memaksimalkan guru-guru yang ada,” jelas Supian.

Sekretaris Yayasan Madinatul Qur’an, Zainal Muttaqien, menambahkan pembelajaran dilakukan di sekolah masing-masing, satu jam setiap hari, Senin hingga Jumat. “Guru-guru PAI yang ada di sekolah tersebut, mereka kita berikan pembekalan dari segi metodologi. Ketika masih ada kekurangan, kita isilahnya adakan pelatihan dari guru-guru yang di luar, wabil khusus dari pesantren Madinatul Qur'an itu sendiri,” terangnya.

 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Wali Kota Depok Supian Suri