JawaPos.com – Pemerintah Kota Depok menyambut positif komitmen PT Karabha Digdaya yang siap bersinergi dalam pengembangan wilayah Tapos, yang disebut memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Depok Timur.
Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur, menyampaikan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi kunci dalam pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah timur kota.
"Kami berharap ke depan sinergi dengan Pemerintah Kota Depok bisa terus ditingkatkan. Seperti hari ini, PT Karabha Digdaya bekerja sama dengan Sekolah Islam Al-Azhar membangun fasilitas pendidikan. Ini membantu mengatasi kebutuhan ruang belajar di Kota Depok,” ujar Mansur usai menghadiri HUT Karabha Digdaya ke-36 di Tapos, Minggu (19/10).
Dia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, terutama dalam pemenuhan fasilitas publik seperti pendidikan dan infrastruktur.
“Islamic school dan fasilitas publik tidak bisa sepenuhnya dipenuhi pemerintah. Harus ada kerja sama dengan pihak lain. Dengan luas lebih dari 500 hektare, fasum dan fasilitas lain yang dimiliki Karabha Digdaya bisa kita sinergikan untuk pengembangan Depok ke depan,” tambahnya.
Direktur Utama PT Karabha Digdaya, Trisnadi Yulrisman, menjelaskan bahwa di usia ke-36, perusahaan memperkenalkan logo baru dengan filosofi “Harmonizer” sebagai simbol komitmen memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Konsepnya adalah harmonizer. Bentuk logo menggambarkan seekor burung yang menaungi wilayahnya. Kami ingin Karabha Digdaya menjadi payung manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelas Trisnadi.
Diw mengungkapkan, Karabha Digdaya mengelola lebih dari 500 hektare lahan, atau lebih dari 20 persen dari total wilayah di Kecamatan Tapos. Potensi ini diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi baru di kawasan timur Depok.
“Kami berharap nanti kalau orang Depok bicara soal pusat keramaian, tidak hanya Margonda atau Cinere. Tapi juga Tapos, Cimpaeun, dan wilayah sekitar yang akan berkembang bersama Karabha Digdaya,” ujarnya.
Trisnadi menegaskan, perusahaannya aktif berkoordinasi dengan Pemkot Depok untuk menyesuaikan rencana pembangunan. “Kami sering berkoordinasi untuk menyelaraskan rencana jangka panjang pemerintah kota dan rencana kami. Pembangunan harus selaras agar memberi dampak ekonomi yang maksimal,” katanya.
Selain pengembangan infrastruktur dan fasilitas umum, Karabha Digdaya juga fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, terdapat sekitar 800 UMKM yang bermitra, dengan 80 di antaranya merupakan binaan langsung perusahaan.
“Kami akan terus tingkatkan pembinaan UMKM karena ini memberi dampak langsung pada perekonomian warga. Sebagai bagian dari keluarga Kementerian Keuangan, kami juga mengoptimalkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk Tapos dan sekitarnya,” ujar Trisnadi.
Dengan potensi lahan strategis dan dukungan penuh dari sektor swasta, wilayah Tapos diproyeksikan menjadi episentrum pertumbuhan baru di Depok Timur. Pemerintah Kota Depok menegaskan akan menyesuaikan langkah pembangunan agar sejalan dengan masterplan Karabha Digdaya demi percepatan pemerataan pembangunan kota.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi