Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Pendiri Bank Sampah Dukung Penanganan Sampah Nasional Lewat Teknologi Pirolisis PETASOL

Yogi Wahyu Priyono • Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:40 WIB
Permasalahan sampah plastik yang terus meningkat mendorong berbagai inovasi untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Istimewa)
Permasalahan sampah plastik yang terus meningkat mendorong berbagai inovasi untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Istimewa)

JawaPos.com - Permasalahan sampah plastik yang terus meningkat mendorong berbagai inovasi untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Salah satu inovasi tersebut dikembangkan oleh Budi Trisno Aji, pendiri Bank Sampah Banjarnegara (BSB), melalui teknologi pirolisis yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif bernama PETASOL.

Sejak 2016, Budi mengembangkan teknologi Faspol 5.0 (Fast Pyrolysis 5.0) untuk mengolah sampah plastik yang sulit didaur ulang menjadi bahan bakar cair dengan karakteristik setara minyak solar B0.

Baca Juga: Hadapi Persija Jakarta di Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya Matangkan Tim Menuju Super League

 Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya mengurangi timbulan sampah plastik, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi limbah melalui konsep ekonomi sirkular dengan mengubah sampah menjadi sumber energi yang bermanfaat.

Budi menjelaskan bahwa kualitas PETASOL telah diuji oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup bersama LEMIGAS.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, PETASOL dinyatakan memenuhi spesifikasi sebagai bahan bakar mesin diesel, termasuk untuk alat dan mesin pertanian. Saat ini, bahan bakar hasil olahan sampah plastik tersebut telah dimanfaatkan untuk mendukung operasional sektor pertanian di Kabupaten Banjarnegara.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Dukung Rencana Revitalisasi Gedung Inspektorat Kota Bandung

Selain menghasilkan bahan bakar alternatif, teknologi Faspol 5.0 dirancang agar mudah diterapkan di berbagai daerah. Satu unit mesin mampu memproduksi hingga 200 liter PETASOL per hari, sementara teknologinya telah direplikasi oleh lebih dari 52 mitra di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di luar Pulau Jawa. Hal tersebut menunjukkan potensi teknologi pirolisis sebagai salah satu solusi pengurangan sampah plastik sekaligus penyediaan energi alternatif di tingkat daerah.

Budi berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat agar teknologi pirolisis dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Menurutnya, sinergi tersebut dapat mendukung program pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik, meningkatkan nilai tambah limbah, serta mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah nasional yang lebih efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Editor : Bintang Pradewo
bank sampah Pirolisis PETASOL sampah