GAMBIR – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus berupaya memanfaatkan dan mengoptimalkan asetnya. Utamanya, yang berada di Taman Ismail Marzuki (TIM). Salah satunya, Graha Bhakti Budaya (GBB) yang diresmikan pada 2022 pasca direvitalisasi.
Gedung pusat pertunjukan di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) itu akan dimanfaatkan sebagai venue malam Final Pemilihan Abang None (Abnon) Jakarta 2025.
Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin menuturkan, pasca revitalisasi TIM tampil sebagai pusat seni dan budaya berstandar nasional maupun internasional.
’’Pada Jumat ini (26/9) ini, panggung megah GBB akan menjadi saksi penobatan Abang dan None Jakarta 2025,” terang Iwan. Di sana, sebanyak 36 finalis terbaik dari enam wilayah bakal memperebutkan gelar Abang dan None Jakarta tahun ini. Selain ajang kompetisi, malam final tersebut juga menjadi panggung unjuk bakat, karakter, dan wawasan generasi muda ibu kota.
’’Bagi Jakpro, menjadi tuan rumah Malam Final Abang None Jakarta 2025 di Graha Bhakti Budaya merupakan sebuah kehormatan besar. Kami ingin setiap perhelatan di sini, termasuk malam bersejarah itu, menjadi bukti nyata bahwa TIM siap menjadi ruang yang membanggakan warga Jakarta sekaligus mendukung langkah Jakarta menuju kota global,” tambah Iwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata menuturkan bahwa Pemilihan Abang None Jakarta bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan duta budaya dan pariwisata yang akan mewakili wajah Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.
’’Dengan fasilitas yang ada, Graha Bhakti Budaya, TIM itu bisa menjadi tempat yang tepat untuk melahirkan generasi muda yang mampu memadukan tradisi, kreativitas, dan visi kota global,” katanya.
Menurut dia, pemilihan GBB sebagai venue bukan tanpa alasan. Setelah melalui proses revitalisasi, gedung pertunjukan enam lantai tersebut kini hadir dengan kapasitas hingga 954 penonton, sistem pencahayaan canggih, serta dukungan teknologi audio-visual berstandar internasional. Luas totalnya bahkan mencapai 14.148 meter persegi.
’’Dengan luasan itu menjadikan GBB sebagai salah satu panggung termegah di Jakarta,” katanya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi