JawaPos.com – Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/sederajat di DKI Jakarta pada Senin (3/11) berjalan mulus.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Ali Muqodas mencatat, ada 96 persen dari total 62.123 siswa-siswi kelas XII terlibat dalam pelaksanaan TKA ini. Keikutsertaan ini atas pilihan masing-masing. Dia memastikan, dinas pendidikan tak mewajibkan para peserta didik untuk ikut serta.
“Jumlah siswa kita yang ikut TKA 59.830 atau 96,31 persen. Padahal prinsipnya TKA ini kan tidak wajib, itu adalah pilihan buat peserta,” ujarnya ditemui usai sidak pelaksanaan TKA di SMAN 78 Jakarta bersama Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto, Senin (3/11) pagi.
Baca Juga: Gandeng Kemendiktisaintek, Kemensos Siapkan Beasiswa Lulusan Sekolah Rakyat
Artinya, dari jumlah tersebut ada sekitar 4 persen murid yang tidak mengikuti TKA tahun ini. Menurutnya, ada beberapa alasan yang menyebabkan keikutsertaan tidak 100 persen. Pertama, mereka berasal dari satuan pendidikan kerja sama (SPK). Kemudian, ada yang memiliki keterbatasan intelektual, hingga masih mengalami kegalauan.
“Yang pasti kami di Jakarta tidak mewajibkan anak itu ikut TKA. Tapi kami menyampaikan bahwa akan ada pelaksanaan TKA dan manfaatnya,” jelasnya. Misalnya, untuk mengukur kemampuan diri siswa yang akan masuk perguruan tinggi.
Lalu, hasil TKA dapat digunakan sebagai syarat daftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di perguruan tinggi negeri (PTN) hingga digunakan sebagai salah satu administrasi dalam mendaftar kuliah/kerja ke luar negeri.
“Ini seperti TOEFL ya, dibutuhkan di saat tertentu, dan semua anak tidak wajib ikut kan,” sambungnya.
Senada, Kepala SMA Negeri 78 Jakarta Marjuki Miad memastikan tak ada paksaan dari pihak sekolah untuk mengikuti TKA. Mereka mengikuti TKA atas kemauan dan kesadaran pribadi atas pentingnya mengikuti tes ini.
“Siswa kami yang mengikuti kegiatan TKA ini berjumlah 394. Semuanya (ikut, Red). Tidak mewajibkan tapi mengarahkan,” ungkapnya.
TKA di SMAN 78 Jakarta dilaksanakan dalam dua gelombang dan dua sesi perhari. Sehingga, pelaksanaan akan digelar mulai Senin (3/11) hingga Kamis (6/11).
Marjuki memastikan, semua perangkat siap digunakan. Pihaknya telah beberapa kali melakukan pengecekan dan ujicoba. Termasuk untuk internet hingga listrik.
“Sehingga selama 4 hari ini, ya mudah-mudahan semuanya berjalan dengan aman, lancar,” katanya.
Pantauan Jawa Pos, TKA di SMAN 78 Jakarta diselenggarakan secara online. Sebagian siswa menggunakan komputer yang tersedia di sekolah, dan sebagian lainnya menggunakan laptop masing-masing. Hal ini lantaran adanya keterbatasan laboratorium komputer yang bisa memfasilitasi ratusan siswa dalam satu hari. Karena itu pula tes dilakukan dalam beberapa sesi.
Selain itu, ada beberapa siswa yang sempat mengeluhkan mouse dan keyboard komputer yang tidak berfungsi dengan baik di awal sesi latihan. Namun, karena sudah ada buffer komputer yang disiapkan, peserta akhirnya langsung digiring ke bangku paling belakang untuk ganti perangkat. (mia/oni)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi