JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Satuan Tugas Cesium-137 yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Pangan terus memberikan jaminan kepada dunia bahwa udang Indonesia aman dikonsumsi, bebas dari kontaminasi Cesium-137, dan memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh Amerika Serikat (US-FDA).
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pada Rabu (3/12), Indonesia melalui KKP kembali mengirimkan udang bersertifikasi ke Amerika Serikat sebanyak 182 ton, dengan nilai mencapai Rp 25 miliar. Pengiriman dilakukan melalui pelabuhan di Jakarta dan Surabaya.
"Udang yang diekspor ini telah melewati serangkaian pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan sertifikasi bebas Cesium-137 (Cs-137) sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh United States Food and Drugs Administration (FDA)," kata Sakti di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/12).
Sakti menyebut, 182 tinggal udang tersebut dikirim melalui dua pelabuhan. Sebanyak 4 kontainer dilepas melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan 6 kontainer dilepas melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Tujuan pengiriman adalah beberapa pelabuhan utama di Amerika Serikat, termasuk Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
"Inisiatif ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam melindungi masyarakat Indonesia dari potensi kontaminasi bahan berbahaya radioaktif, sekaligus menjaga keberlanjutan industri udang nasional," ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Sakti, sejak tanggal 31 Oktober hingga 2 Desember 2025, Indonesia telah berhasil mengirimkan sebanyak 303 kontainer atau setara dengan 5.218 ton udang ke Amerika Serikat, dengan nilai total mencapai Rp 949 miliar. Badan Mutu KKP telah resmi ditunjuk sebagai Certifying Agency yang berwenang menerbitkan sertifikat bebas Cesium-137.
"Sertifikat ini diakui oleh otoritas kompeten di Amerika Serikat, yaitu US-FDA, sejak 31 Oktober 2025. Badan Mutu KKP memastikan bahwa hanya produk perikanan yang telah lulus Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) serta lolos uji radiasi yang diizinkan untuk diekspor," terangnya.
Ekspor Udang Indonesia Meningkat
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, kerja sama yang solid antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Polri, Batan, BRIN, serta para petugas di dalam dan luar negeri, berhasil menyelesaikan masalah ini dengan cepat.
"Saat ini, Indonesia akan melepas ekspor udang ke Amerika Serikat, yang merupakan pasar terbesar dengan potensi mencapai satu miliar dolar dari Indonesia saja. Pasar Amerika secara keseluruhan memiliki nilai hampir enam miliar dolar lebih, sementara pasar dunia mencapai dua puluh empat miliar dolar lebih," kata Zulkifli.
Hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu memenuhi standar global dan terus memperkuat sistem jaminan mutu dari hulu hingga hilir. Pemerintah siap menangani setiap masalah yang muncul, namun tetap waspada terhadap potensi ancaman.
Dalam kesempatan itu, semua pihak, baik pelaku usaha maupun pemerintah, diajak untuk terus memperkuat mutu produk. Selain itu, diplomasi juga memegang peranan penting dalam menjaga kepercayaan dunia terhadap produk Indonesia.
"Informasi yang jelas dan komprehensif kepada mitra dagang, termasuk USDA dan importir AS, menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan dan stabilitas akses pasar. Pemerintah akan terus mendampingi para pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas ekspor," jelasnya.
Zulkifli menyampaikan bahwa jutaan orang bekerja di bidang budidaya, sehingga penting untuk menjaga keberlangsungan industri ini. Koordinasi yang kuat, penjagaan mutu, dan peningkatan kapasitas ekspor akan membuat produk Indonesia semakin kompetitif dan dipercaya di pasar dunia.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan ini, terutama kepada Menteri Kelautan dan Perikanan atas kepemimpinannya," tuturnya. (oni/ygi)