Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Doa Bersama Lintas Agama untuk Bencana Sumatera di Pesantren Minhaajurrosyidiin Jakarta Timur

Hilmi Setiawan • Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06 WIB

 

Tokoh lintas agama menggelar doa bersama untuk bencana Sumatera yang diselenggarakan di komplek Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur (9/1) malam. (Hilmi/Jawa Pos)
Tokoh lintas agama menggelar doa bersama untuk bencana Sumatera yang diselenggarakan di komplek Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur (9/1) malam. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemuka lintas agama menggelar doa bersama untuk bancana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menariknya doa bersama lintas agama itu digelar di komplek Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Jumat (9/1) malam. Ratusan santri dan santriwati juga ikut hadir dalam doa bersama tersebut.

Selain dihadiri tokoh agama, kegiatan yang diselenggarakan Matahari Pagi Indonesia (MPI) itu juga diikuti sejumlah tokoh nasional. Diantaranya adalah pengusaha sekaligus filantropi Jusuf Hamka, atau yang akrab disapa Babah Alun.

Dia mengatakan sangat antusias menghadiri doa lintas agama tersebut. Babah Alun mengaku jarang sekali kegiatan doa bersama lintas agama, dilaksanakan di dalam komplek pesantren. ’’Kegiatan malam ini menunjukkan makna toleransi sesungguhnya,’’ kata juragan jalan tol yang hobi membangun masjid atau musala itu.

Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI sekaligus Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan keterangan kepada wartawan usai doa bersama.
Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI sekaligus Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan keterangan kepada wartawan usai doa bersama.

Doa bersama itu juga dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI sekaligus Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia berdoa supaya doa-doa yang dipanjatkan untuk korban bencana alam banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar dikabulkan.

Secara pribadi, Dahnil mengatakan bencana alam di Sumatera itu begitu dekat dengan dirinya. Khususnya banjir bandang yang menerjang di kawasan Aceh Tamiang. ’’Saya besar di Aceh Tamiang,’’ katanya. Dahnil mengatakan tumbuh besar sampai menamatkan SMP di Aceh Tamiang.

Dahnil melihat sendiri rumah tempat dia tumbuh hilang terbawa derasnya aliran banjir bandang. Dia juga mengatakan banyak teman-temannya semasa kecil, ikut menjadi korban bencana alam tersebut.

’’Teman saya banyak yang mengalami kesulitan di sana. Saya seperti melihat ibu saya menangis,’’ jelasnya.

Dahnil mengatakan MPI dalam beberapa waktu terakhir ikut terjun dalam penanganan pasca bencana tersebut. Termasuk membagikan sejumlah bantuan kepada korban bencana alam di Aceh Tamiang. Dia mengatakan kegiatan doa bersama itu juga bagian dari upaya batin untuk membantu korban bencana alam di sana.

Rencananya pekan depan MPI kembali terjun ke lokasi bencana di Sumatera. ’’Ada beberapa layanan yang kami siapkan. Diantaranya adalah trauma healing,’’ tuturnya. Selain itu juga bantuan pendampingan lainnya untuk anak-anak. Supaya anak-anak bisa kembali bersekolah seperti sediakala. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#lintas agama #dahnil anzar simanjuntak