Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Kawal Swasembada Sukabumi Melalui Penguatan Benih dan Sinkronisasi Data

Arief Indra Dwisetyadi • Selasa, 10 Februari 2026 | 20:51 WIB

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizina Leli Nuryati di Sukabumi.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizina Leli Nuryati di Sukabumi.
 

JawaPos.com – Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, menyampaikan pentingnya penguatan benih unggul bermutu, pelestarian sumber daya genetik lokal, serta pengawalan program di lapangan sebagai pilar utama percepatan swasembada pangan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Produksi dalam rangka Mendukung Swasembada Pangan Tahun 2026 dan Syukuran Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi 2025 yang digelar di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Senin (10/2/2026).

Dalam paparannya, Leli Nuryati menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas strategis nasional yang tidak hanya bergantung pada perluasan tanam dan produktivitas, tetapi juga pada ketersediaan benih unggul bermutu serta pemanfaatan dan pelestarian sumber daya genetik lokal.

“Keberhasilan Sukabumi membuktikan bahwa sinergi lintas sektor, dukungan teknologi, penggunaan varietas unggul, serta pengawalan program yang konsisten dapat mendorong peningkatan produksi secara signifikan dan berkelanjutan,” ujar Leli.

Kegiatan yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin ini dihadiri lintas pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, BUMN, penyuluh pertanian, serta pelaku usaha perbenihan. Aep menyampaikan bahwa capaian swasembada 2025 merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak dan dukungan nyata dari pemerintah pusat.

“Capaian produksi padi dan jagung Kabupaten Sukabumi di atas target yang ditetapkan menjadi prestasi tersendiri dan mendapat apresiasi di tingkat provinsi maupun nasional. Hal ini tidak terlepas dari dukungan bantuan benih, sarana produksi, alat dan mesin pertanian dari pemerintah pusat, serta kerja keras para penyuluh dan petani Kabupaten Sukabumi” kata Aep.

Ia menjelaskan bahwa pada 2025 Kabupaten Sukabumi berhasil merealisasikan produksi padi dan jagung lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Selain itu, kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) padi Januari 2026 juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Januari 2025. Capaian luar biasa ini meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai Peringkat 2 Peningkatan Produksi Beras Nasional 2025.

“Untuk tahun 2026, kami telah membagi target produksi hingga tingkat kecamatan mengacu pada target Kabupaten yang ditetapkan provinsi Jawa Barat. Kami berharap dukungan pusat melalui bantuan benih, alsintan, oplah, dan Brigade Pangan tetap berlanjut agar swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” tambahnya.

Aep juga menekankan pentingnya koordinasi dalam serapan gabah oleh BULOG serta peningkatan kualitas data pelaporan produksi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo, yang mewakili Bupati Sukabumi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pencapaian swasembada pangan 2025.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, TNI/Polri, penyuluh, petani, BPS, BULOG, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Fuji Widodo.

Ia berharap melalui kegiatan diseminasi produksi ini terbangun komitmen dan kesepakatan yang lebih kuat serta berkelanjutan untuk mencapai kembali swasembada pangan pada tahun 2026. “Sinergi lintas sektor yang solid menjadi fondasi utama agar pembangunan pertanian Sukabumi semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Pusat PVTPP juga memberikan penghargaan kepada Kepala BPS Kabupaten Sukabumi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi atas kontribusi dalam peningkatan kualitas data pertanian.

Selain itu, Sukabumi menerima apresiasi sebagai pendaftar varietas lokal terbanyak (2005–2025) dengan total 39 varietas terdaftar, termasuk 26 varietas padi lokal, jumlah tertinggi di Jawa Barat dan secara nasional.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi