JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menambah jaringan Transjabodetabek. Terbaru, Pemprov DKI resmi membuka rute B51 Cawang–Cikarang, kemarin (11/2).
Dengan tambahan tersebut, sudah tujuh rute Transjabodetabek yang dibuka selama masa kepemimpinan Pramono. Peresmian rute B51 dilakukan kemarin. Pramono mengakui, sebelumnya dia menyampaikan akan membuka dua rute baru, yakni Cawang–Jababeka (Cikarang) dan Blok M–Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
“Hari ini secara resmi Transjabodetabek B51 dari Cawang ke Cikarang sudah dibuka. Ini merupakan aktivitas yang menghubungkan dan diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurai kemacetan antara Cikarang sampai Jakarta Timur,” ujar Pramono.
Rute tersebut melayani perjalanan sepanjang kurang lebih 89 kilometer dengan sebelas titik pemberhentian. Pada tahap awal, disiapkan 14 armada untuk melayani penumpang. Untuk tarif, Pramono menjelaskan, penumpang dikenakan biaya Rp3.500 pada pukul 05.00–22.00. Khusus pukul 05.00–07.00, tarif yang diberlakukan lebih kecil, sebesar Rp2.000, sama seperti skema tarif di trayek Transjabodetabek lainnya.
Selain rute Cawang–Cikarang, Pemprov DKI juga tengah mematangkan pembukaan rute Blok M–Soetta. Menurut Pramono, Kementerian Perhubungan telah memberikan izin prinsip. Namun, masih ada sejumlah halte baru yang perlu disempurnakan. “Target saya sudah saya sampaikan kepada dinas perhubungan (DKI) dan Transjakarta, harus bisa beroperasi sebelum Lebaran supaya membawa manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Terkait kemungkinan penumpang membawa koper besar di rute menuju bandara, Pramono menyebut pengaturan teknis akan disesuaikan di lapangan. “Yang jelas selama bisa muat di bus, silakan saja,” katanya.
Sebagai informasi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama PT TJ menyusun operasional rute B51 Cikarang–Cawang setiap hari mulai pukul 05.00-22.00. Rute yang memiliki panjang lintasan 89,05 kilometer akan ditempuh sekitar 108 menit dari Cawang-Cikarang, sedangkan arah sebaliknya, Cikarang–Cawang sekitar 105 menit.
Pada tahap awal, disiapkan 14 unit bus tipe low entry. Headway atau jarak kedatangan antarbus ditetapkan 10 menit saat jam sibuk (peak hour) dan 20 menit di luar jam sibuk (non-peak hour). Adapun potensi jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.705 pelanggan per hari.
Secara keseluruhan, terdapat 11 titik pemberhentian yang dilayani. Tiga di antaranya berada di wilayah Jakarta, yakni Cawang Sentral Polypaint, Cawang Sentral, dan Pool Taksi Cawang. Sementara delapan titik lainnya berada di luar Jakarta, meliputi Hollywood Junction, Kedasih, Kasuari, Living Plaza Cikarang, Boulevard Arcade, Jalan Industri Raya 1, Jalan Industri Raya 2, serta Cafe Walk.
Editor : Bintang Pradewo