JawaPos.com – Bazar takjil Ramadhan kembali digelar di tengah Kota Jakarta. Kali ini, bazar takjil tersebut digelar di kawasan Senayan Park, Jakarta Pusat. Bertajuk “Ramadan di Rantau”, acara ini telah dinobatkan sebagai event kuliner terbesar di Indonesia.
Festival ini telah dibuka sejak tanggal 20 Februari dan akan berlangsung hingga 8 Maret 2026. Operasional bazar ini biasanya sudah dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan akan mulai dipadati pengunjung sekitar pukul 17.00. Acara ini digelar di kawasan outdoor, tepatnya di Area Parkir GF Mall Senayan Park Jakarta.
Bazar ini sekiranya diikuti oleh puluhan tenant dari berbagai jenis kuliner. Mayoritas tenant tersebut merupakan pelaku UMKM. Tidak jarang juga ditemui tenant dari brand kuliner di Jakarta yang sudah cukup dikenal.
Baca Juga: 5 Spots Terbaik Buat Bengong di Jakarta, Dijamin Pikiran Fresh!
Meskipun tempat penyelenggaraannya merupakan ruang terbuka, tenant kuliner yang hadir disusun berbaris di sepanjang area parkir yang telah disulap menjadi tenda-tenda panjang berwarna putih. Pengaturan susunan tenant di kanan dan kiri juga memudahkan pengunjung untuk memilih tenant makanan yang ingin dikunjungi.
Pilihan makanan dan minuman yang ditawarkan sangatkan beragam. Mulai dari takjil yang umum dijual seperti gorengan dan es buah, hingga kuliner viral seperti es boba jumbo dan thai tea. Tidak hanya makanan ringan, festival takjil di Senayan Park ini juga menghadirkan tenant makanan berat seperti nasi gudeg, ayam bakar, atau hidangan seafood.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner mancanegara yang belum umum ditemui. Beberapa diantaranya seperti kuliner India, panipuri, kuliner kopi dan tiramisu yang viral dari Dubai, atau manisan khas Thailand, mango sticky rice, yang digemari anak muda Jakarta. Pengunjung dapat menikmati kuliner yang telah dibeli di area makan yang telah disediakan oleh penyelenggara acara.
Festival takjil yang diadakan di Senayan Park cenderung mudah diakses dengan transportasi umum. Bagi pengunjung yang memanfaatkan moda transportasi MRT, bisa turun di Stasiun Istora Mandiri dan bagi pengguna KRL bisa turun di Stasiun Palmerah. Pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi acara dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek online.
Baca Juga: Buka Puasa di Benhil Jaksel, Ada Apa Aja Sih?
Selain kedua moda transportasi umum tersebut, pengunjung juga bisa menggunakan moda Transjakarta dan turun di Halte Taman Ria. Pengunjung yang ingin membawa kendaraan pribadi, dapat memarkirkan kendaraannya di area parkir yang tersedia di dalam kawasan mal. Namun pada jam-jam menjelang waktu berbuka, volume kendaraan cenderung meningkat, sehingga pengunjung dianjurkan untuk datang lebih awal.
Di dalam area mal juga terdapat fasilitas mushola yang bisa digunakan untuk beribadah. Umumnya, fasilitas tersebut juga cukup padat menjelang waktu Maghrib dan Isya. Oleh karena itu, pengunjung perlu tetap memperhitungkan waktu saat mengunjungi bazar tersebut agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman setelah berbuka.
Bazar takjil ini bisa menjadi alternatif tempat bagi masyarakat yang ingin membeli menu berbuka puasa yang lebih variatif. Kehadiran puluhan tenant kuliner dengan pilihan menu yang beragam masih menjadi daya tarik utama dari acara ini. Meskipun akses menuju tempat acara terbilang mudah, pengunjung tetap perlu mempertimbangkan waktu kunjungan agar berburu takjil disini menjadi pengalaman yang nyaman dan menyenangkan.
Editor : Bintang Pradewo